Pemkot Bandung ajak masyarakat ikut program sertifikat tanah gratis

Sekda Kota Bandung Yossi Irianto
Bandung.merdeka.com - Sekda Kota Bandung Yossi Irianto mengajak masyarakat untuk segera membuat sertifikasi tanahnya melalui program sertifikasi tanah gratis dari pemerintah. Melalui program ini, masyarakat yang semula dibebankan biaya Rp 209 ribu untuk membuat sertifikat tanah akan disubsidi dari pemerintah sehingga tidak dibebankan biaya alias gratis.
"Jadi enggak ada biaya karena disubsidi oleh pemerintah. Biayanya satu sertifikat itu kan Rp 209 ribu, tapi karena disubsidi oleh pemerintah jadi gratis. Kita sudah menganggarkan," ujar Yossi kepada wartawan, Selasa (10/1).
Menurut Yossi, berdasarkan catatan dari Badan Pertanahan Nasional dari 540.123 bidang di Kota Bandung, baru 447.746 bidang tanah yang sudah terdaftar. Sementara itu ada 92.377 bidang tanah belum memiliki sertifikat.
Untuk itu melalui program tersebut, masyarakat diimbau untuk segera mendaftarkan dokumen yang dimiliki kepada BPN melalui kelurahan maupun kecamatan. Saat ini pihaknya bersama BPN mulai mensosialisasikan terkait program tersebut. Sebab Kota Bandung mendapat kuota hampir 93 ribu dari pemerintah pusat terkait penerbitan sertifikat tanah.
"Bulan Januari minggu 2-3 ini tahapannya kita adalah sosialisasi. Minggu ke 3-4 sudah mulai pendataan. Februari boleh lah sudah mulai verifikasi dan sebagainya. Sehingga diharapkan bulan Juni itu sudah bisa terbit sertifikatnya" katanya.
Yossi mengungkapkan, banyak keuntungan yang didapatkan masyarakat terkait kepemilikan sertifikat tanah ini. Salah satunya yakni memiliki kepastian hukum atas tanah yang dimiliki. Selain itu juga sertifikat tanah dapat menjadi sumber modal.
"Jadi keuntungan bagi masyatakat kalau sudah memiliki sertifikat adalah masyarakat memiliki kepastian hukum karena tanah yang dia kelola itu bersertifikat. Jadi tidak mungkin dijabel orang dan sebagainya, kalau tidak kan ini problem. Kedua menjadi sumber modal. Untuk artinya dia mengajukan untuk modal usaha ya bisa saja karena itu kepastian hukumnya," ujarnya.
Yossi mengaku, pihaknya akan membentuk tim gabungan bersama BPN untuk melakukan verifikasi tanah yang belum memiliki sertifikat. Dengan cara tersebut, dia menargetkan pada 2018 mendatang tidak ada lagi tanah di Kota Bandung yang belum bersertifikat
"Kita akan melakukan operasi sisir. Apalagi dibantu tim ajudikasi verifikasi dari BPN. Sehingga 2018-2019 tidak ada lagi tanah di Kota Bandung ini belum terdaftar. Namanya kota modern hari gini loh. Kalau ini sudah terdaftar kan ini mendapatkan kepastian hukum," kata Yossi.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak