Penyandang disabilitas sulit sekolah karena hambatan sosial ekonomi

Penyandang disabilitas
Bandung.merdeka.com - Saat ini masih banyak penyandang disabilitas mengalami kesulitan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi karena adanya hambatan sosial ekonomi. Padahal penyandang disabilitas juga memiliki hak belajar yang sama dengan masyarakat pada umum. Inilah yang seringkali membuat penyandang disabilitas mengalami diskriminasi karena merasa kurangnya keadilan yang diterima.
Menurut Kepala Seksi Kurikulum Bidang PKPLK Dinas Pendidikan Jawa Barat, Ester Miori, ada stigma yang berkembang di masyarakat mengenai penyandang disabilitas. Masyarakat masih banyak yang memandang sebelah mata terhadap kaum disabilitas khususnya dalam dunia kerja. "Diperlukan kerja sama antara pemerintah dengan perguruan tinggi untuk mendukung implementasi ini," ujar Ester kepada wartawan saat ditemui di Gedung Grha Sanusi Kampus Universitas Padjajaran, Jalan Dipatiukur, Selasa (20/12).
Keberadaan penyandang disabilitas merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari warga negara dan masyarakat Indonesia. Layanan pendidikan sebagai hak dasar warga negara harus menjadi skala prioritas dalam implementasi UU No. 8 Tahun 2016.
"Realisasinya affirmative action dari pemerintah dan perguruan tinggi, terutama mengakomidir hak penerimaan peserta didik disabilitas berprestasi ataupun tidak mampu secara ekonomi. Melalui hak satu persen untuk bisa diterima tanpa tes namun melalui jalur prestasi dan rawan melanjutkan pendidikan karena hambatan sosial ekonomi," jelasnya.
Para penyandang disabilitas, harus mendapat dukungan untuk inklusif dan mengembangkan potensi. Serta memimalisir hambatan dengan tujuan siap secara kualitas dan professional untuk diserap pada dunia kerja.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak