E-katalog lokal cara Pemkot Bandung Permudah proses pengadaan barang

Ketua LKPP Agus Prabowo dan Ridwan Kamil
Bandung.merdeka.com - Pemerintah Kota Bandung tengah mempersiapkan e-katalog lokal untuk mempermudah proses pengadaan barang dan jasa pemerintah. Saat ini pembentukan e-katalog lokal sedang menunggu peresmian Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kota Bandung yang mandiri. sebagai salah satu syarat yang ditetapkan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP).
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, unit tersebut akan mulai aktif Januari 2017 sejalan dengan beroperasinya Susunan Organisasi Tata Kerja (SOTK) yang baru.
“Kita sedang persiapan e-katalog lokal dimulai dengan syarat pertama, ULP-nya harus mandiri. Ini saya laporkan, per Januari sudah siap. Jadi kita bisa ikut dirombongan kedua,” ujar Ridwan usai menjadi pembicara pada Gelar Pengadaan Kota Bandung, Kamis (1/12).
LKPP sendiri saat ini sudah meresmikan e-katalog percobaan di 5 daerah di Indonesia pada gelombang pertama, yakni Kabupaten Badung, Kota Semarang, Kota Surabaya, Provinsi Gorontalo, dan Provinsi DKI Jakarta.
Melalui e-katalog, pemerintah bisa melakukan efisiensi penggunaan anggaran sebab barang dan jasa ditawarkan dengan harga yang kompetitif serta kualitas yang baik. E-katalog juga mendorong transparansi anggaran karena di sana telah dicantumkan harga barang sesuai dengan kualifikasinya.
Menurut Ketua LKPP Agus Prabowo, dengan e-katalog lokal produk barang dan jasa yang dimiliki Kota Bandung bisa ditayangkan di katalog nasional sehingga bisa dibeli oleh pemerintah se-Indonesia. “Nanti kalau sudah banyak kita akan punya pasar pengadaan yang dahsyat, barangkali bisa terbesar di dunia nanti,” kata Agus.
Ia mengatakan, saat ini e-katalog telah memiliki hampir 80.000 produk, mulai dari alat tulis kantor, alat kesehatan, kendaraan. Salah satu keuntungan dari e-katalog adalah efisiensi waktu sebab sistem ini bisa mengurangi lelang. Barang dan jasa yang telah tercantum pada e-katalog bisa langsung diakses tanpa melalui lelang.
“Karena yang namanya lelang banyak masalah. Nanti ke depanya lelang akan ditekan habis sampai hanya ke pekerjaan-pekerjaan yang terpaksa harus lelang karena di pasar tidak ada, contohnya infrastruktur, pekerjaan kompleks, maupun konsultansi,” katanya..
Agus menambahkan, sistem kerja e-katalog ini nantinya akan seperti e-dagang (e-commerce) di mana pemerintah bisa mengakses barang dan jasa yang dibutuhkan secara online. “Jadi nanti seperti online shop, yang jual pemerintah, yang beli pemerintah,” ujarnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak