Begini cara Ridwan Kamil berantas praktik pungli di Kota Bandung


Ridwan Kamil
Bandung.merdeka.com - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil terus mematangkan rencana pembentukan tim saber pungli Kota Bandung. Tim ini nantinya akan bertugas memberantas praktik-praktik pungli, terutama dalam aspek pelayanan publik.
Pria yang akrab disapa Emil ini menyebut ada sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk memberantas habis praktik pungli. Selain dapat dilakukan melalui penyelidikan, juga melalui langkah pencegahan.
"Pemberantasan ini solusinya ada dua. Ada yang bisa bentuknya penyelidikan dan OTT, ada yang sifatnya pencegahan. Nah kalau saya cederung ingin membabat habis dengan regulasi," ujar Ridwan kepada wartawan di Balai Kota Bandung, Jalam Wastukancana, Selasa (29/11).
Emil menuturkan, langkah pencegahan ini menjadi upaya yang telah dilakukan Pemkot Bandung. Salah satu caranya yakni dengan memberlakukan sistem online dalam berbagai aspek terutama untuk pelayanan publik.
"Kita menghilangkan perizinan manual dengan online di ukm, izin besar dan sedang. Sebelum ada saber pungli kan sudah dibasmi oleh Bandung juga dengan menghilangkan pertemuan manusia dengan manusia. Hilangnya pertemuan manuaia atau warga dengan petugas kan setidaknya tidak ada perbincangan, tidak ada tawar menawar karena semua diselesaikan dengan sistem," ucapnya.
Dengan adanya sistem tersebut, Emil mengakui masih ada celah bagi oknum untuk melakukan praktik pungli. Hal inilah yang nantinya menjadi tugas tim saber pungli.
"Harapannya suatu hari di Bandung tidak ada lagi celah - celah pungli, walaupun ada orang jahatnya kasarnya begitu ya. Tapi karena engga ada peluangnya oleh sistem, oleh smart city ya akhirnya tidak terjadi kegiatan pungli," ungkapnya.
Emil menambahkan, tim Saber Pungli Kota Bandung sendiri akan segera terbentuk dalam waktu dua minggu. Dalam tim ini Emil akan menempati posisi sebagai penanggungjawab dan Wakapolrestabes Bandung AKBP Gatot Sujono sebagai ketua pelaksana.
"Kalau tidak ada halangan dalam waktu dua minggu ada pelantikan. Sehingga bisa dimulai prosesnya. Saya titip ke inspektorat untuk memetakan modus modus yang biasa terjadi supaya targetnya pemberantasannya bisa lebih efektif," ujarnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak