Antisipasi tindakan kriminal, angkot akan dipasangi sistem pengamanan

Ridwan Kamil
Bandung.merdeka.com - Peristiwa penodongan di angkot kepada penumpang yang terjadi beberapa waktu lalu, menjadi pelajaran bagi Dishub Kota Bandung. Tak mau lagi kecolongan, Dishub Kota Bandung mulai melakukan langkah antisipasi dengan mulai membuat sistem pengamanan di angkot.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung Didi Ruswandi mengatakan, pasca kasus penodongan yang terjadi di angkot jurusan Dago-Kebon Kalapa yang menimpa lima siswa SMP. Pihaknya langsung mengumpulkan seluruh koperasi angkutan umum di Kota Bandung. Pada pertemuan tersebut pihaknya bersama kepolisian, serta koperasi angkutan umum sepakat membuat sistem pengamanan di angkot.
"Polanya nanti akan ada tanda kalau angkot itu dalam bahaya. Jadi ketika ada tanda itu, berarti mereka dalam bahaya," ujar Didi kepada wartawan di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Selasa (22/11).
Didi menuturkan, pihaknya masih merumuskan terkait tanda bahaya yang akan dipasang di angkot. Rencananya setiap angkot akan dipasangi lampu rotary untuk menandai jika angkot tersebut dalam keadaan bahaya.
"Yang nyalain tanda bahaya nanti sopir, karena dia yang tahu gerak gerik pencopet. Di setiap trayek kan ada pos KPU (pos trayek), jadi ketika lampu menyala lewat pos pengawasan nanti ada petugas," katanya.
Untuk mempersiapkan sistem tersebut, pihak koperasi angkot meminta waktu selama satu bulan. Selama masa transisi, sopir angkut diminta untuk menyalakan lampu besar dan lampu hazard sebagai tanda bahaya.
"Jadi ada transisi dalam satu bulan ini, itu akan menggunakan lampu besar plus hazard. Ketika lampu besar dan hazard menyala itu mereka dalam bahaya," katanya.
Didi berharap rencana ini dapat segera direalisasikan satu bulan ke depan. Pihaknya akan membuat surat edaran kepada koperasi angkutan terkait spesifikasi tanda bahaya yang akan dipasang di angkot.
"Jadi kita akan buat surat edaran jenisnya apa, warnanya apa. Teman-teman saat ini sedang survei, harganya kalau bisa yang tidak terlalu mahal. Anggarannya mereka sendiri (pemilik angkot)," kata Didi.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak