Luhut minta penjagaan keamanan garis pantai diutamakan

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan saat melakukan kunjungan kerja di Lombok
Bandung.merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan meminta para komandan kodim dan komandan korem untuk menjaga garis pantai karena wilayah tersebut mendapatkan prioritas penjagaan keamanan. Luhut menyampaikan hal tersebut saat memberi pengarahan kepada lebih dari 400 dandim dan danrem di Sekolah Calon Perwira (Secapa) AD, Bandung.
"Garis pantai yang panjang itu kita sadari betul dan negara ini negara kepulauan, diperlukan kekompakan," ujarnya seperti dikutip dari Antara.
Peran bintara Pembina Desa (Babinsa) pun dibutuhkan untuk mendukung pembangunan ekonomi, selain untuk menjaga keamanan negara dan membantu menyejahterakan masyarakat. "Peran Babinsa dibutuhkan untuk pemerataan ekonomi. Kita tidak hanya bicara pertumbuhan, tetapi juga pemerataan yang menyangkut ratusan juta rakyat Indonesia, tentu mereka juga ingin menikmati hasil pembangunan," ujarnya.
Luhut menjelaskan Indonesia adalah negara kepulauan dengan 70 persen wilayah laut. Namun,sayangnya baru sembilan persen yang tereksplorasi.
Dalam paparannya, Luhut menyampaikan berbagai isu, antara lain, mengenai perspektif dan proyeksi ekonomi nasional, pertahanan, juga tentang anggaran belanja TNI sehingga para perwira mendapat gambaran yang utuh mengenai apa yang dibuat pemerintah saat ini.
"Saya berpesan pada mereka agar bekerja profesional dan bicara selalu dengan data, jangan bicara dengan perasaan. Data itu mencerminkan apa yang telah dicapai oleh pemerintahan Jokowi dalam dua tahun ini, memberikan perbaikan yang signifikan," katanya.
Terkait dengan anggaran TNI, demi membangun militer yang profesional dan kuat, pemerintah akan berusaha memenuhi kebutuhan ketiga angkatan. "Anggaran belanja TNI akan ditingkatkan sampai 1,5 persen dari PDB (produk domestik bruto) kita. Kalau sampai 2019 berkisar antara Rp 200 triliun dan Rp 250 triliun," katanya.
Peningkatan anggaran TNI diperlukan karena jika dibandingkan dengan negara lain di Asia, anggaran belanja TNI termasuk paling rendah. "Kalau ekonomi kita tumbuh di 7 persen hingga 8 persen, mungkin kita bisa naikkan 2 persen hingga 2,5 persen. Oleh karena itu, TNI harus menyiapkan sumber daya manusianya. Apa pun yang kita miliki sekarang ini tanpa kualitas sumber daya manusia itu akan berbahaya," ujarnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak