PT KAI Daop II bingung dengan tuntutan pendemo


PT KAI DAOP II
Bandung.merdeka.com - Pihak PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bandung mengaku tak paham dengan tuntutan para pendemo yang berunjuk rasa sejak pukul 10.00 WIB di depan kantor PT KAI (Persero), Jalan Perintis Kemerdekaan, Kamis (10/11).
Vice President Humas PT KAI Agus Komarudin, mengatakan tak ada kejelasan tuntutan yang dilakukan oleh para pelaku aksi unjuk rasa. Bicara soal penertiban, PT KAI mengaku telah melakukan kewajiban sebagaimana mestinya.
"Kalau pendemo minta dana ganti rugi, kami sudah mengalokasikan tapi nyatanya ada penolakan biaya pembongkaran dan tidak mau diterima. Relokasi sudah akan dilakukan karena kami sudah sediakan lahan untuk berjualan. Jadi sekarang kami sendiri bingung sama tuntutan mereka (pengunjuk rasa)," ujar Agus saat jumpa wartawan di kantor PT KAI Daop II Bandung, Kamis (10/11).
Untuk kasus pembongkaran ini sebenarnya bukan pertama kali. Namun, PT KAI yang melakukan penertiban di lahannya sendiri ini mendapat tuntutan dari para pendemo.
Hingga saat ini, kasus pembongkaran telah diserahkan kepada kuasa hukum dan masih dalam tahap mediasi selama 40 hari. Pengunjuk rasa sendiri merasa tak ada tanggapan dari PT KAI.
"Proses persidangan belum dimulai karena masih dalam masa mediasi, dan masa mediasi ini butuh 40 hari. Bukannya kami tidak menanggapi kasus ini tapi kami sudah memberikan kuasa kepada kuasa hukum. Lagipula tadi kami melihat yang demo itu bukan mereka-mereka yang mengalami penggusuran," ujarnya.
Sementara itu, Kepala PT KAI (Persero) Daop II Bandung, Saridal, menjelaskan penertiban yang dilakukan oleh PT KAI pada pertengahan 2016 ini bertujuan guna melakukan peningkatan pelayanan bagi pengguna kereta api.
"Penumpang kereta api itu setiap tahunnya terus meningkat, untuk itu kami melakukan penertiban yang nantinya akan dijadikan sebagai lahan parkir bagi para penumpang kereta api yang menggunakan kendaraan pribadi untuk menjangkau stasiun," ujarnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak