Kembar siam Devina dan Devani mengalami kendala etik


Ilustrasi
Bandung.merdeka.com - Hingga saat ini balita kembar siam Devina dan Devani, warga Dusun Panyirapan RT 3, RW 6, Desa Mekarjaya, Kecamatan Sumedang, yang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung masih terus diobservasi.
Untuk kasus ini, tim dokter mengalami kendala dari segi kode etik kedokteran. Ketua Tim Medis penanganan kasus tersebut, Sjarif Hidajat, mengatakan kendala kode etik ini harus dibicarakan terlebih dahulu.
"Devina-Devani ini hanya memiliki satu kolon dan rektum. Bukan hal sulit untuk melakukan operasi, tapi dari segi etik ini harus dibicarakan karena salah satu dari anak ini nantinya tidak akan memiliki kolon dan rektum," ujar Sjarif kepada Merdeka Bandung saat ditemui di RSHS, Senin (7/11).
Sjarif menjelaskan, kondisi dari balita berusia dua tahun dua bulan itu terbilang baik karena bobot tubuh keduanya terus mengalami peningkatan Devina dan Devani sendiri hari ini melakukan pemeriksaan MRI.
"Ya hari ini sedang melakukan pemeriksaan, nanti setelah hasilnya ketahuan kami akan diskusikan dengan tim medis yang menangani kasus ini. Ada banyak lintas disiplin yang terkait untuk menangani kasus ini. Maka dari itu, sebelum operasi dilakukan kami harus melakukan observasi cukup panjang," ujarnya.
Bicara soal kolon dan rektum kembar siam tersebut yang hanya ada satu, ia menjabarkan, tim medis tengah mempertimbangkan untuk memisahkannya. Dengan begitu, salah satu di antara keduanya akan dibuatkan kolon dan rektum yang baru atau artifisial.
"Akan dibuatkan yang baru tapi nanti kita bicarakan lagi karena besok kami akan gelar rapat komite etik perihal hal ini. Kami akan membicarakan untuk memisahkan dan menetapkan bagaimana tindakan yang akan dilakukan ke depannya," katanya.
Devina dan Devani segera dioperasi
Jika tak ada kendala, rencana tindakan operasi pada kembar siam Devina dan Devani akan dilakukan pada Desember mendatang. Operasi akan dilakukan setelah semua hasil observasi menyatakan jika keduanya memang siap melakukannya.
Spesialis bedah anak Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Dikki Dradjat Kusmayadi, mengatakan kembar siam yang dialami oleh Devina dan Devani merupakan kasus yang kompleks. Untuk itu, dibutuhkan dokter spesialis dari disiplin ilmu berbeda.
"Kemungkinan akan melakukan operasi pada Desember mendatang, tapi kita harus lihat hasil pemeriksaan selama ini apakah bagus atau masih membutuhkan waktu lagi untuk melakukan observasi," ujar Dikki.
Bicara soal kondisi kembar siam berusia dua tahun itu, Dikki menjelaskan, terdapat beberapa kelainan yang didapatkan. Seperti sistem pencernaan usus halus bayi kembar bersatu disatu tempat sebelum bermuara diusus besar.
Sehingga, lanjutnya, usus halus dibagian akhir hanya ada satu dan bermuara diusus besar yang hanya satu. Tim medis akan berusaha memisahkan sehingga masing-masing bisa mendapatkan bagian usus yang bermanfaat sebagai anus sementara.
"Kemudian ada kelainan sistem saluran kemih, kureter saluran kemih keluar dari ginjal ada bermuara pada satu kandung kemih. Kami harus memindahkan muara kandung kemih dari satu anak ke anak lain yang memang miliknya. Nantinya akan dicangkokkan. Tindakan ini bukan tindakan sulit karena sudah umum dilakukan ppada kasus lain," ujarnya.
Hal lain adalah kelainan pada tungkai bawah, satu tungkai kiri dari Devina dan kanan pada Devani bersatu. Kemudian, paparnya, panggul dari Devina dan Devani tidak terbentuk dengan baik.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak