Kota Bandung akan miliki kereta Metro Kapsul


Ridwan Kamil bicara soal kereta Metro Kapsul
Bandung.merdeka.com - Pemerintah Kota Bandung bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan akan membangun kereta Metro Kapsul di Kota Bandung. Berbeda dengan proyek LRT Bandung koridor 1, transportasi berbasis rel ini direncanakan akan dimulai pada awal tahun 2017.
"Metro kapsul itu LRT juga, namanya Metro Kapsul. Proyek ini berbeda dengan LRT Koridor satu. Metro kapsul ini akan menjadi percontohan proyek nasional," ujar Wali Kota Bandung Ridwan Kamil kepada wartawan di Balai Kota Bandung, Senin (7/11).
Pria yang akrab disapa Emil ini menuturkan rute Metro Kapsul ini rencananya akan dimulai di Jalan Stasiun Barat menuju Jalan Pasir Kaliki, Jalan Kebon Jati, Jalan Kebon Jati, Jalan Otto Iskandardinata, Jalan Dalem Kaum, Jalan Dewi Sartika, Jalan Kepatihan, dan kembali ke Jalan Otto Iskandardinata menuju ke Stasiun Bandung.
"Jadi nanti akan menghubungkan Stasiun ke Alun-alun atau Stasiun ke Tegalega. Kemudian jalur wisata dan jalur normal juga. Sehingga orang yang di stasiun bisa menggunakan itu untuk ke Pasar Baru, ke ITC, Tegalega," katanya.
Dalam sekali beroperasi, akan ada 4 unit Metro Kapsul yang berjalan beriringan dan dikemudikan secara otomatis. Satu unit metro kapsul akan memiliki kapasitas 40 orang. Pihak PT Teknik Rekayasa Kereta Kapsul (Trekka) selaku produsen juga telah menyiapkan dua unit Metro Kapsul cadangan.
Lebih lanjut Emil mengatakan, Metro Kapsul yang diproduksi di Subang, Jawa Barat ini, akan beroperasi di jalur sepanjang 2.850 meter. Platform Metro Kapsul rencananya akan didirikan di tiga titik, yakni di Terminal Angkot Stasiun Hall, Pasar Baru Trade Center, dan pedestrian di Jalan Dalem Kaum.
"Dananya dari investor yang dihandle pusat. Investasinya sekitar Rp. 500 miliar. Pemkot Bandung mempermudah perizinan saja, lelangnya di pusat. Proyeknya juga lebih dulu (selesai) metro kapsul daripada LRT karena jaraknya pendek," katanya.
Emil berharap rencana ini bisa terealisasi dengan cepat. Ia menginginkan akhir tahun 2017 moda transportasi massal buatan dalam negeri ini sudah bisa beroperasi
Sementara itu Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Prasetyo Boeditjahjono menambahkan, moda transportasi baru ini akan berjalan di atas rel yang melayang (elevated). "Sehingga tidak membutuhkan banyak ruang dan tidak perlu pembebasan lahan," ujar Prasetya seusai menggelar pertemuan dengan Ridwan Kamil beberapa waktu lalu.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak