Banyak pedagang tidak tahu aturan pelarangan styrofoam

Pedagang di Kota Bandung
Bandung.merdeka.com - Pemerintah Kota Bandung telah resmi menerapkan aturan pelarangann penggunaan styrofoam untuk kemasan makanan dan minuman per 1 November kemarin. Dengan adanya aturan tersebut pedagang tidak boleh lagi menggunakan styrofoam untuk kemasan makanan dan minuman dan diimbau untuk menggantinya dengan bahan yang ramah lingkungan.
Meski aturan pelarangan telah resmi diberlakukan, nyatanya masih ada sebagian pedagang yang masih menggunakan styrofoam. Mereka mengaku tidak mengetahui adanya aturan tersebut.
Seperti diungkapkan Nia (38) pedagang seblak di kawasan Cibadak. Dia mengaku baru mengetahui aturan tersebut, setelah pihak kelurahan melakukan sidak. " Saya baru tahu barusan dari Pak Lurah (lurah Cibadak). Sebelumnya gak tahu ada aturan ini," ujar Nia kepada wartawan.
Nia mengaku, tidak keberatan jika harus mengganti styrofoam sebagai kemasan makanan. Dia akan mengganti dengan kemasan plastik. "Kotak styrofoam kan praktis, murah dan terlihat bagus. Anak-anak juga menyukainya karena tidak panas saat dibawa. Tapi setelah tahu aturan ini saya akan ganti sama plastik biasa," ungkapnya.
Hal senada juga diungkapkan, Entin (32) pedagang lumpia basah. Pedagang di kawasan Cibadak ini juga mengaku tidak tahu dengan adanya aturan larangan penggunaan styrofoam. "Justru ini baru tahu ada aturan pelarangan itu. Mungkin kurang sosialisasi kepada masyarakat," katanya.
Meskipun begitu, Entin mengaku bersedia mengganti kemasan styrofoam dengan kemasan yang ramah lingkungan. "Ya kalau memang aturannya seperti itu Saya ikut aturan pemerintah. Kan ini juga untuk kebaikan, Saya akan ganti dengan plastik," kata Entin.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak