Gelar demo, buruh di Jabar minta kenaikan UMP 20 persen

Demo buruh di depan Gedung Sate
Bandung.merdeka.com - Massa dari Aliansi Buruh Jawa Barat (AJB) meminta kenaikan upah minimum provinsi (UMP) 20 persen pada 2017 mendatang. Kenaikan tersebut berdasarkan survei terhadap kebutuhan hidup layak (KHL) dari 60 item yang dilakukan.
Massa yang tergabung dari beberapa elemen buruh tersebut menggeruduk Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (27/10). "20 persen kenaikan itu sudah sangat proporsional. Itu sudah berdasarkan perhitungan KHL, inflasi dan pertumbuhan ekonomi disetiap daerah," kata Koordinator Aksi Roy Jinto disela aksinya.
Selain kenaikan tersebut, pihaknya juga mengingatkan kembali Gubernur Jabar Ahmad Heryawan untuk tidak menerapkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 tahun 2015 tentang pengupahan. Hal itu berkaca saat penetapan kenaikan pada 2016 lalu.
Menurut dia, indikasi penerapan penggunaan PP No 78 tahun 2015 itu mulai terlihat pada penetapan pengupahan 2017 mendatang. "Gubernur ini hanya akan menyesuaikan UMK berdasarkan laju pertumbuhan ekonomi secara nasional, padahal jika dilihat dari inflasi daerah itu berbeda," katanya.
Jika menggunakan PP No 78 tersebut lanjut dia, kepala daerah tingkat provinsi tidak akan bisa memberikan rekomendasi yang disampaikan Bupati/Wali Kota se-Jabar. "Ini seolah menutup mata atas rekomendasi tersebut," ujarnya.
Menurutnya Gubernur Jabar bisa mencontoh apa yang dilakukan Aceh, di mana daerahnya tidak berpegangan pada PP No 78. "Aceh itu baru kemarin memutuskan tidak menggunakan PP 78," kata Roy
Dalam aksinya massa menyampaikan beberapa tuntutan lainnya seperti menghapuskan upah minimum padat karya karena tidak jelas dasar hukumnya. Hapuskan UMP karena akan tumpang tindih dengan UMK yang sudah punya penghitungan masing-masing.
Massa yang tergabung dari SPN, FSPMI, SBSI 1992, Gasperminda, GOBSI, KSN, KSBI dan sejumlah elemen lainnya mengusung beberapa spanduk seperti tolak PP No 78/2015, naikah harga upah Rp 650 ribu.
Aksi buruh tersebut menutup Jalan Diponegoro atau tepatnya di depan Gedung Sate. Ratusan kepolisian mengawal jalannya aksi damai tersebut. Massa yang tiba sejak pukul 12.00 WIB sampai pukul 14.30 WIB ini masih berlangsung. Mereka secara bergiliran menyampaikan aspirasi lewat mobil yang disulap jadi panggung dadakan. Aksi tersebut sempat diguyur hujan. Meski demikian massa tidak menyurutkan semangat untuk tetap berorasi.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak