Penjual bahan pangan di pasar modern/tradisional wajib punya mini lab


Kadistan KP teken kerja sama dengan pengusaha bahan pangan
Bandung.merdeka.com - Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan KP) Kota Bandung Elly Wasliah menandatangani kesepakatan bersama dengan pelaku usaha pasar modern dan pasar tradisional terkait penyediaan Mini Lab Food Security di kantor Distan KP, Jalam Arjuna, Kamis (20/10.
Para pelaku usaha pasar modern maupun pasar tradisional nantinya harus melengkapi tempat usahanya dengan mini lab untuk menguji bahan pangan segar sebelum dijual. Sehingga memberikan rasa aman bagi masyarakat.
"Jadi per hari ini pelaku usaha untuk pasar modern maupun tradisional telah berkomitmen untuk menyiapkan mini lab," ujar Elly kepada wartawan di sela acara.
Elly mengatakan, di Kota Bandumg saat ini ada 58 pasar modern dan 33 unit kategori pasar tradisional. Masing-masing pelaku usaha telah berkomitmen untuk menyediakan mini lab untuk menguji bahan pangan sebelum dijual kepada masyarakat.
"Dari 58 pasar modern, setelah regrouping itu ada delapan holding company yaitu Carrefour, Giant, Borma, Yogya, Lottemart, Setiabudi, Hypermart. Dari 8 holding ditandatangani kesepakatan bersama dengan enam, dua lagi menyusul dimana mereka sanggup menyediakan mini lab security untuk pemeriksaan pangan segar di Kota Bandung. Juga sudah ditandatangani juga kerja sama dengan Dirut PD Pasar yang mengelola 33 unit pasar tradisional," katanya.
Elly mengatakan, di mini lab ini, para pelaku usaha dapat melakukan pengujian bahan pangan. Dengan adanya Mini Lab Food Security ini bisa membuat masyarakat merasa aman dalam mengonsumsi pangan segar.
"Peralatannya ada halal tes, durante tes, klorin tes, formalin, borak. Kurang lebih 12 jenis yang wajib ada di mini lab. Selama ini, kasus penggunaan bahan kimia pada pangan segar masih kerap ditemui. Pelaku usaha menyediakan alat-alatnya sendiri. Kami dari dari Distan KP siap melatih menggunakan alat uji," ungkapnya.
Menurut Elly, Mini Lab Food Security, nantinya akan hadir di penghujung Oktober di pasar-pasar modern. Secara bertahap, seluruh pasar modern dan tradisional harus melengkapi dengan mini lab ini.
"Akhir Oktober sudah harus ada di masing-masing tempat. Ini semua dibiayai oleh masing-masing pasar modern. Kalau pasar tradisional nanti 2017 dengan dibiayai oleh pemkot khususnya dari Distan KP," ujarnya memungkasi.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak