Pusdalisbang Jabar terima laporan 48 warga miskin lulusan S2 dan S3


Deddy Mizwar
Bandung.merdeka.com - Kepala Pusat Data dan Analisis Pembangunan (Pusdalisbang) Jawa Barat Agus Ismail, mengaku menerima laporan 48 kepala keluarga miskin yang justru berlatar belakang pendidikan tinggi. Data itu diperoleh dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).
Hal itu dia katakan usai menghadiri Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan di Kantor Bappeda Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung, Rabu (19/10). Hadir Wagub Jabar Deddy Mizwar serta beberapa kepala daerah di Jabar.
"Ada yang kita terima dari TNP2K dari sekitar empat juta kepala keluarga yang miskin, ada 48 kepala rumah tangga berlatar belakang (pendidikan) S2 atau S3," katanya.
Dia mengaku belum bisa percaya begitu saja soal data kebenaran warga miskin yang justru hadir dari kalangan berpendidikan tinggi. "Kita bukan meragukan tapi kita ingin memverifikasi, memvalidasi ke rumah tangga tersebut apakah ya atau tidak," terangnya. Data tersebut didapatkan pada Juni 2016 lalu.
Pihaknya mengaku akan memvalidasi kembali data tersebut yang direncanakan rampung pada Desember 2016 ini. Sebab data tersebut akan digunakan sebagai bahan dasar pengentasan kemiskinan 2017 mendatang.
Dia menambahkan, temuan warga miskin tersebut tersebar di hampir seluruh Jawa Barat. Tapi dia belum bisa menyampaikan daerah mana saja yang tercatat sebagai warga miskin tersebut. "Temuannya tersebar. Karena datanya sifatnya individual masih rahasia. Paling mereka dari seluruh wilayah Jawa Barat," terangnya.
Deddy Mizwar meminta Pusdalisbbang Jawa Barat segera melakukan verifikasi ulang data tersebut untuk lebih akurat. Agar dalam menjalankan program kemiskinan pengurangan tingkat kemiskinan dapat dirasakan hasilnya.
"Jadi biar anggaran yang kita keluarkan ini tepat sasaran dengan menggunakan data-data yang tadi dan tentunya harus akurat. ‎Secara signifikan pengurangan kemiskinan dapat kelihatan," ucap pria yang akrab disapa Demiz ini.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak