Soal antibiotik daur ulang, dinkes imbau masyarakat tak asal beli obat


Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Ahyani Raksanagara
Bandung.merdeka.com - Dinas Kesehatan (dinkes) Kota Bandung mengimbau kepada masyarakat untuk lebih hati-hati dalam membeli obat-obatan. Hal mengusul temuan adanya antibiotik daur ulang di sejumlah daerah. Dinkes meminta masyarakat untuk membeli obat-obatan kepada penjual resmi atau apotik berizin.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Ahyani Raksanagara mengatakan, pihaknya terus meningkatkan pengawasan bersama BPOM untuk mengantisipasi beredarnya antibiotik daur ulang di Kota Bandung. Namun yang lebih penting kata Ahyani yakni langkah proaktif dari masyarakat dan fasilitas kesehatan untuk membeli obat-obatan dari distributor resmi.
"Kalau di Bandung kita dengan BPOM pengawasan jalan terus ya. Intinya kami selalu menyampaikan kepada seluruh fasilitas kesehatan agar membeli bukan hanya antibiotik, semua obat obatan itu dibeli di atau kepada distributor resmi. Apotik juga membeli ke distributor resmi. Jadi jangan kepada perorangan perorangan yang enggak jelas," ujar Ahyani kepada wartawan, beberapa waktu lalu.
Menurut Ahyani, secara kasat mata obat antibiotik daur ulang dibedakan dengan antibiotik asli. Sebab dari kemasan (packaging) sekilas mirip jika dilihat dari kemasan luar.
Untuk menghindari antibiotik daur ulang, Ahyani mengimbau kepada masyarakat untuk membeli obat ke apotek-apotek terpercaya. Masyarakat harus menghindari pembelian obat kepada perorangan, apalagi dijual dengan harga murah.
"Jadi kepada masyarakatnya itu kalau membeli obat belilah apotek yang berizin. Jadi jangan asal murah atau ga mau susah. Apalagi kalau ada yang nawarin ke rumah, itu justru harusnya kita lebih waspada terhadap hal yang seperti itu," ujarnya memungkasi.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak