Awasi layanan publik, Komisi II DPR RI sambangi kantor Pemkot Bandung


Komisi II DPR RI kunjungi Pemkot Bandung
Bandung.merdeka.com - Rombongan Komisi II DPR RI melakukan kunjungan kerja ke kantor Pemkot Bandung, Jalan Wastukancana, Selasa (11/10). Jajaran Komisi II DPR RI yang dipimpin oleh Wakil Komisi II DPR RI M. Lukman Edy beserta Komisioner Ombudsman RI Ahmad Suaedi diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Bandung, Yossi Irianto.
Ditemui di sela acara, Lukman Edy mengatakan kunjungannya ke Kota Bandung ini dilakukan dalam rangka untuk pengawasan secara langsung terhadap persoalan pelayanan publik.
"Kota Bandung ini menjadi satu diantara tiga kota yang kami kunjungi. Kota-kota ini dipilih karena kami menganggap bisa menjadi contoh bagi kota/kabupaten lain di Indonesia," ujar Lukman.
Berdasarkan hasil rumusan dan rekomendasi, Komisi II DPR RI memilih Kota Bandung atas semangat yang dibangun pemerintah kota dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Hal ini sejalan dengan komitmen DPR RI untuk mewujudkan pelayanan publik yang prima di seluruh Indonesia.
"Ada komitmen yang kuat dari kita semua untuk mendorong agar pelayanan publik di seluruh wilayah Indonesia semakin membaik," katanya.
Dia mengungkapkan, kekhawatiran atas fenomena yang terjadi, di mana kota/kabupaten di Indonesia yang mendapatkan rapor hijau dalam hal pelayanan publik mengalami kecenderungan selama 3 tahun terakhir ini.
"Kita agak khawatir karena 3 tahun terakhir ini zona hijau itu berada di kota/kabupaten itu-itu saja. Sama saja kuning dan merah juga. Enggak ada perubahan," ucapnya.
Oleh karena itu diperlukan studi di kota-kota terbaik agar apa yang telah diterapkan dapat ditularkan di daerah lain. "Komitmen kita untuk mempercepat pelayanan publik yang prima harus menyeluruh," katanya.
Di tempat sama, Sekda Kota Bandung, Yossi Irianto, menyambut baik gagasan tersebut. Ia lantas memaparkan berbagai inovasi pelayanan publik yang telah dilaksanakan di Kota Bandung.
"Kita memasukkan unsur teknologi dalam setiap pelayanan publik di Kota Bandung. Pak Wali Kota mencanangkan gagasan tersebut untuk mempercepat dan mengefektifkan pelayanan publik," papar Yossi.
Ia kemudian mencontohkan berbagai aplikasi digital milik Pemerintah Kota Bandung yang membantu pelayanan publik. "Ada aplikasi Gampil untuk mengurusi segala macam perizinan. Jadi warga hanya tinggal mendownload aplikasi di handphone, ikuti instruksinya, nanti petugas secara online akan memproses. Berkasnya pun dikirim ke rumah melalui pos," ujar Yossi.
Inovasi semacam itu dilakukan di setiap SKPD. Yossi mengatakan, para pimpinan SKPD memegang peranan penting dalam menjalankan strategi pelayanan publik yang optimal dan inovatif. "Kuncinya ada pada political will yang ada pada pimpinan SKPD, terutama juga pada pimpinan daerah," tuturnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak