Hati-hati, kurang olahraga bisa picu perlemakan hati


Ilustrasi olahraga
Bandung.merdeka.com - Kurangnya aktifitas fisik seperti olahraga dapat memicu penyakit perlemakan hati. Minimnya olahraga memicu terbentuknya lemak dalam darah yang kemudian menumpuk di hati.
Hepatolog Santosa Hospital Bandung Dolvy Girawan, menyatakan lemak yang disalurkan darah akan membentuk sel-sel hati. Menurut dia jika sel lemak tersebut jumlahnya tidak banyak, tentu tidak akan menimbulkan masalah.
"Yang jadi masalah jika lemak tersebut dibiarkan terus bertambah, akan semakin banyak lemak di dalam sel hatinya," kata Dolvy, kepada Merdeka Bandung, beberapa waktu lalu.
Bahaya perlemakan hati adalah terjadinya peradangan dalam hati. Peradangan ini akan membentuk jaringan ikat. "Jika jaringan ikatnya banyak bisa mengakibatkan sirosis hati, dan sirosis hati bisa menyebabkan kanker hati," terangnya.
Ia menyebutkan, orang yang beresiko terkena perlemakan hati adalah orang yang minim aktifitas fisik atau olahraga, orang yang kelebihan berat badan atau obesitas, orang dengan kolestrol tinggi. Selain itu, orang yang memiliki hipertensi dan diabetes juga rentan mengalami penyakit ini.
Salah satu terapi mengatasi perlemakan hati, lanjut dia, adalah dengan berolahraga. "Untuk menurunkan perlemakan hati butuh aktifitas fisik seperti olahraga serta asupan kolesterol rendah," katanya.
Dia menjelaskan, bagi orang yang mengalami masalah berat badan harus mengusahakan memperoleh berat badan ideal. Caranya dengan diet dan olahraga. Diet tersebut terutama untuk mengurangi makanan yang mengandung lemak dan kolesterol.
Pada orang dengan kadar kolestrol tinggi, kata dia, biasanya dibarengi dengan pemberian obat-obat yang menurunkan kadar kolestrol. Pemberian obat ini sesuai dengan petunjuk dokter.
Sedangkan pada orang dengan hipertensi harus mengurangi kandung garam. Pada orang dengan diabetes harus mengurangi makanan yang mengandung gula. Ia menambahkan, olahraga juga sangat baik bagi pasien diabetes.
Menurut dia, orang yang memiliki diabetes dan hipertensi memiliki kemungkinan lebih besar terkena perlemakan hati. "Jadi kalau orangnya gemuk ditambah diabetes kemungkinan terkena perlemakan hati makin bertambah lagi resikonya," ujarnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak