Bagi wanita, sepatu hak tinggi bisa atasi nyeri saraf


Bandung.merdeka.com - Anda sering merasa kesemutan ataupun nyeri? Kemudian gerak tangan atau kaki yang lemah? Gangguan tersebut merupakan gejala penyakit hernia nukleus pulposus (HNP) atau istilah umumnya nyeri saraf terjepit.
Dokter ahli bedah saraf Rumah Sakit St Borromeus Bandung, dr Pieter M J Liklikwatil mengatakan HNP atau nyeri saraf muncul karena ada masalah pada bagian struktur tulang belakang.
Ia menjelaskan, pada tulang belakang terdapat bantalan seperti karet alami yang elastis, fungsinya menggerakkan tulang belakang ke kiri, kanan, depan, belakang. Suatu saat, bantalan seperti karet tersebut mengalami semacam aus hingga menonjol karena tekanan.
“Jika nonjolnya ke belakang akan menyebabkan penekanan pada susunan saraf yang berjalan di dalam tulang belakang. Saat itulah terjadi HNP atau nyeri saraf terjepit,” terang Pieter kepada Merdeka Bandung.
Keluhan HNP terdiri dari gangguan sensorik (kesemutan dan nyeri); gangguan motorik (pelemahan tangan atau kaki); dan gangguan paling berat adalah gangguan otonom atau gangguan vegetatif yang membuat susah buang air besar dan kecil.
Gangguan vegetatif bisa membuat pasien lumpuh. Saat lumpuh inilah akan mudah terkena infeksi paru-paru. Menurutnya, gangguan vegetasi sulit membaik. Tapi kalau gangguan motorik biasa diatasi dengan operasi.
“HNP terjadi karena beberapa faktor, terutama aktivitas atau benturan pada fisik seperti trauma atau jatuh, beban kerja berlebihan misalnya atlet atau olahrawawan berat, aktivitas angkat barang, cara duduk, berdiri, berjalan, stres, kegemukan, serta faktor usia atau degeneratif,” terangnya.
HNP bisa menyerang usia muda yang beban kerjanya sangat berat. Penyakit ini sangat mengganggu aktivitas penderitanya, karena rasa nyeri yang dialami luar biasa dan menjalar.
HNP dapat dicegah dengan menghindari faktor penyebab, misalnya jatuh, mengurangi kerja berat, melakukan pengangkatan barang yang baik dan benar, memperbaiki sikap duduk, sikap berdiri.
Pieter juga menyarankan olahraga renang yang sangat baik dalam melakukan pencegahan HNP. “Renang gaya bebas sebenarnya paling baik untuk mencegah HNP. Renang bisa dilakukan seminggu sekali,” ujarnya.
Untuk mengatasi HNP di Indonesia lebih sering menggunakan obat-obatan dan fisioterafi. Menurutnya, hanya 15 sampai 20 persen pasien HNP yang menjalani tindakan operasi. Penyembuhan untuk HNP, lanjut dia, 80 persen tidak dengan operasi. “Kebanyakan sih tidak dioperasi, tetapi lewat obat dan fisioterapi,” jelasnya.
Fisioterapi tersebut meliputi perbaikan cara duduk, cara berdiri, cara membawa beban, kemudian mengurangi stres, dan olah raga renang sangat membantu. Khusus bagi perempuan, memakai sepatu hak tinggi baik bagi penyembuhan saraf kejepit.
“Kalau hanya baal biasanya kita treatmen dengan obat atau fisioterapi, misalnya mengubah sikap prilaku dalam duduk berdiri berjalan, memakai sepatu hak tinggi buat perempuan itu disarankan,” katanya.
Operasi akan dilakukan kepada pasien yang sudah menjalani rontgen atau gambaran MRI (pemeriksaan penunjang). “Jika keluhannya berat hingga terjadi kelumpuhan maka menjadi indikasi untuk operasi. Cara menyembuhkan tetap operasi sesuai indikasi,” ungkapnya.
Rata-rata pasien HNP yang sudah dioperasi kondisinya lebih baik dari sebelumnya, ada yang kembali normal.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak