Duh, banyak orang depresi pilih buat bunuh diri

ilustrasi
Bandung.merdeka.com - Memutuskan untuk mengakhiri hidup dengan bunuh diri bukanlah jalan yang baik. Hal tersebut tentu saja diketahui oleh semua orang. Namun, kejadian bunuh diri masih terus mengemuka dan kasusnya terbilang banyak diberbagai belahan dunia.
Beberapa kasus atas aksi bunuh diri yang dilakukan disebabkan karena depresi. Seperti kasus bunuh diri yang dilakukan oleh dua perempuan kakak beradik di Apartemen Gateaway Cicadas yakni Elviana Parumbak dan Esa Septiani Parumbak pada Senin (24/7) jam 17.00 WIB.
Menurut keterangan, keduanya sudah delapan tahun ini mengalami depresi. Sehingga disinyalir memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan terjun dari lantai lima apartemen tersebut. Bila memang disebabkan karena depresi, apakah sebenarnya depresi itu?
Psikolog dari Unpad, Suci Wisayanti mengatakan, depresi merupakan situasi di mana seseorang sudah tidak memiliki semangat hidup. Tanda-tanda seseorang sedang mengalami depresi adalah kondisi yang tidak seperti biasanya. Yaitu perasaan sedih, kosong dan kehilangan harapan yang terus menerus dan tampak dari ekspresi murung.
"Ciri-ciri utama dari orang yang mengalami depresi adalah kehilangan minat dan kesenangan. Lalu kemudian muncul ciri-ciri lain seperti kehilangan nafsu makan atau peningkatan nafsu makan yang signifikan yang dapat terlihat dari penurunan berat badan atau meningkatnya berat badan yang signifikan," ujar Suci kepada Merdeka Bandung lewat sambungan telpon, Selasa (25/7).
Untuk orang depresi itu, lanjut dia, biasanya makan yang berlebih atau justru tidak adanya nafsu makan. Untuk tidurpun bisa hipersomia atau bahkan malah insomnia, tampak kelelahan dan kehilangan energi untuk beraktivitas sehingga kegiatan sehari-hari menjadi tidak dilakukan.
"Sulit konsentrasi dan munculnya perasaan tidak berharga yang kemudian berkembang menjadi munculnya pemikiran untuk bunuh diri. Ciri-ciri ini apabila berlangsung selama dua minggu berturut-turut, maka dapat dikategorikan sebagai depresi," imbuh Suci.
Â
Depresi memiliki tingkatan yakni depresi bagian awal atau cenderung ringan yang bila semakin terus-menerus tidak tertangani akan masuk ke tingkat yang lebih parah dan semakin besar peluang untuk melakukan bunuh diri.
"Tujuan orang depresi memilih bunuh diri adalah untuk melarikan diri dari semua masalah yang dimilikinya. Pada tahap depresi sedang, biasanya mereka sudah membuat rencana untuk melakukan bunuh diri," tuturnya.
Faktor terbesar orang bisa depresi karena memiliki banyak masalah yang merasa tak bisa diselesaikan dengan baik. Terlebih tak adanya dukungan dari lingkungan.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak