Unik pengusaha ini kembangkan beragam produk dari serat bambu

Oleh Farah Fuadona pada 03 Desember 2015, 11:43 WIB

Bandung.merdeka.com - Bambu selama ini hanya dikenal sebagai bahan dasar pembuatan aneka kerajinan dan beragam jenis alat musik. Namun di tangan Taufiq Rahman, bambu dikembangkan menjadi beragam produk yang memiliki nilai tambah dan bernilai ekonomis.

Di bawah bendera Parker Bamboo Fiber, Taufik membuat beraneka produk seperti kaos kaki, T Shirt dan sepatu. Uniknya semua produk ini terbuat dari bahan dasar serat bambu. Taufik menuturkan usaha pembuatan produk berbahan dasar serat bambu ini dimulai pada tahun 2010. Saat itu dia berpikir untuk mengembangkan produk yang ramah lingkungan.

"Saya memulai usaha ini pada tahun 2011, namun baru tahun 2013 produk berbahan dasar serat bambu ini dilirik konsumen, terutama di negara maju seperti di Eropa dan Jepang. Karena ini merupakan produk eco yang ramah lingkungan," ujar Taufik kepada wartawan saat ditemui di acara Workshop Pengembangan Bambu dalam menyongsong Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang digelar di Banana Inn Hotel, Jalan Setiabudhi, Selasa (24/11)

Taufik menjelaskan untuk pembuatan produk dari bambu ini melalui serangkaian proses. Pertama, batang bambu dipotong potong kemudian direbus. Setelah dikeringkan, kemudian digiling dan menjadi serabut-serabut bambu. Serabut kemudian direndam dengan enzim khusus dan menjadi serat.

"Setelah menjadi serat kemudian dipintal menjadi benang. Setelah menjadi benang kemudian dirajut dengan mesin rajut. Jadilah lembaran lembaran kain. Setelah menjadi lembaran kain, dibuatlah aneka produk seperti t-shirt, sepatu dan kaos kaki," kata Taufik.

Dalam satu bulan Taufik mampu memproduksi sebanyak 10 ribu kos kaki, 300 t-shirt dan 1000 sepatu. Produk produk ini telah dipasarkan ke berbagai departemen store di Indonesia. Tak hanya itu, Taufik juga mampu mengekspor produknya hingga ke luar negeri seperti Malaysia, Uzbekistan hingga ke negara-negara Eropa seperti Prancis dan Jerman.

"Untuk ekspor belum ekspor secara besar-besaran. Kita hanya memasok ke butik-butik di sana (luar negeri)," ujarnya.