Sukses di dalam negeri, Sonar akan rambah pasar mancanegara

Oleh Farah Fuadona pada 22 Januari 2017, 16:16 WIB

Bandung.merdeka.com - Sukses merambah pasar dalam negeri, Sonar yang merupakan startup binaan Indigo.id bidang analitik dan monitoring media digital dan big data, akan melebarkan sayapnya hingga ke mancanegara.

CEO Sonar, Amien Krisna mengatakan, sudah ada beberapa negara yang menjadi bidikan Sonar. Diantaranya adalah Filipina, Singapura, Malaysia, dan Australia.

"Negara-negara tersebut berpotensi positif terhadap Sonar, untuk itu kami akan berupaya untuk merambah beberapa negara tersebut dalam waktu dekat," ujar Amien kepada Merdeka Bandung, Minggu (22/1).

Keputusan Sonar untuk mengepakkan sayap bisnisnya lebih luas tak lepas dari rekam jejaknya selama dua tahun belakangan. Sonar telah memperoleh berbagai pencapaian signifikan dalam kurun dua tahun lebih berdiri.

Pihaknya di awal tahun ini memiliki 29 klien yang umumnya berasal dari perusahaan ternama di tanah air dan atau perusahaan multinasional beroperasi di Indonesia.

"Kami baru saja deal dengan Indosat dan Home Credit. Eksiting customer lainnya antara lain XL Axiata, Pertamina, Bank Indonesia, Microsoft, Hewlett Packard, Freeport, dan Air Asia. Tahun ini kami targetkan bisa ekspansi ke luar negeri," jelasnya.

Jejaring lain diperoleh setelah mengikuti inkubator Indigo Creative Nation, terutama dengan Telkom Group. Misalnya dari Divisi Digital Service, kolaborasi terjadi guna menganalisa big data dari pekerjaan di Kementerian Pariwisata dan Kementerian Perhubungan.

"Kami dilibatkan dalam analisa big data terkait arus Lebaran, demikian pula Kementerian Pariwisata sehingga dasar keputusan bisa lebih kuat diambil. Dalam waktu dekat, kami juga akan dipertemukan dengan Telkomsel," kata Amien.

Jejaring tersebut dilengkapi dengan proses mentoring yang dinilainya handal dan bermanfaat, selain tentunya ada injeksi modal signifikan. Dengan klasifikasi market validation pada tahun 2016 lalu, Indigo memberikan dana sebagai kompensasi saham minoritas maksimal Rp 2 miliar.

Sokongan semacam inilah yang membuat dirinya tak gentar untuk ekspansi internasional sekalipun sudah eksis sejumlah platform sejenis seperti Brandtology, Radian 6 milik Salesforce, dan Sysomos.

"Melalui Indigo.id, kami juga jadi kenal sesama startup, yang sama potensialnya. Misal dengan Goers, sekarang kami sudah pasang sistem terbaru kami ke aplikasi mereka, sehingga nanti pas dijual ke luar sudah lebih matang," sambung alumnus Gunadarma ini.

Menurut dia, sejak berdiri tahun 2014 lalu, pihaknya kini sudah memiliki 18 karyawan dengan mayoritas latar belakang di bidang teknologi informasi. Hal ini ditunjang dengan kerjasama erat sejumlah penyedia media sosial.

Sonar sejak awal telah bekerja sama langsung dengan Twitter, Inc, sehingga proses pengambilan data percakapan langsung dari sistem internal perusahan berlogo burung biru tersebut bukan sekedar menangkap dari peranti lunak penyambung.

"Ini membuat kami bisa lebih cepat melaporkan apa yang terjadi di media sosial kepada klien kami, mulai dari trending pembicaraan, respon, hingga analisa sentimen yang muncul. Kami bisa sajikan maksimal satu jam setelah data dicuplik," ujar pria yang lama menggeluti digital agency ini.