Jelajah sejarah dengan Komunitas Tjimahi Heritage
Tjimahi Heritage
Bandung.merdeka.com - Minat masyarakat Kota Cimahi terhadap sejarah kotanya sangat tinggi. Hal ini terlihat dari jumlah peserta program Jelajah yang digelar Komunitas Tjimahi Heritage, komunitas pecinta sejarah dan bangunan tua Kota Cimahi.
Program jelajah terbaru yang digelar Tjimahi Heritage berjudul âNyucruk Galur Sejarah Kaum Cimahi,â Minggu (24/7) kemarin. Tidak kurang dari 40 peserta mengikuti program ini.
âAlhamdulillah pesertanya banyak. Mereka antusias ingin mengetahui sejarah Kaum Cimahi,â ujar Ketua Tjimahi Heritage, Machmud Mubaraq, kepada Merdeka Bandung, Senin (25/7).
Ia mengungkapkan, peserta program Jelajah Cimahi bukan hanya pelajar atau mahasiswa, tetapi terdiri dari banyak kalangan mulai dari pedagang, pekerja swasta, anggota dewan dan lain-lain.
Mereka bukan hanya berasal dari Cimahi, tetapi banyak juga dari kota tetangga Bandung, juga Jakarta. Beberapa anggota komunitas sejarah juga hadir, antara lain dari Komunitas Lembang Heritage.
âMalah ada anak kelas enam SD ikut,â katanya.
Tingginya antusiasme menggali sejarah Cimahi tidak lepas dari masih minimnya informasi sejarah kota yang berbatasan dengan Kota Bandung itu.
Informasi sejarah yang minim menimbulkan keingintahuan kuat terhadap kegiatan yang berkaitan dengan sejarah. Dari sisi referensi, sejarah Kota Cimahi berbeda dengan Bandung yang jauh melimpah.
âSejarah tentang Cimahi sangat kurang, sangat sedikit yang diketahui masyarakat. Memang ada buku buatan Pemkot Cimahi hasil kerja sama dengan sejarawan, tapi tak bisa diakses umum karena tidak didistribusikan atau tidak diproduksi massal, hanya orang beruntung saja bisa mengaksesnya,â ujar Machmud.
Selain itu, buku sejarah versi Pemkot Cimahi juga tidak lepas dari nuansa politis, sehingga banyak fakta sejarah belum terungkap, kurang lengkap, dan beberapa fakta perlu diverifikasi dan didalami.
Sebelumnya, Tjimahi Heritage juga menggelar program Jelajah ke makam tua dan kampung adat bertajuk âJelajah Kerkof (Ereveld) Leuwigajah dan Kampung Cireundeu.â
Peserta jelajah tersebut membeludak, mencapai lebih dari 80 orang. Peserta terjauh dari Jakarta dan Bogor. Program Jelajah Cimahi sendiri terbuka untuk umum dan gratis.
Tag Terkait
Kadin Jabar Bakal Gercep Pulihkan ekonomi di Masa Pandemi
Emil sertakan 2 eks pimpinan KPK ke tim sinkronisasi sebelum pelantikan
Pengemudi Ojol dapat hadiah motor dari Emil karena sosialisasikan Rindu di Pilkada
Partisipasi pemilih perempuan Bandung tinggi, ini reaksi Ridwan Kamil
Sosialisasi pilkada serentak 2018, KPU gandeng masyarakat ekonomi syariah
Setelah gempa di Banten, PT KAI pastikan perjalanan kereta api tetap aman
Hari ini masjid terapung bernilai Rp 913 miliar mulai dibangun
PLN Distribusi Jabar berhasil sambungi listrik 730 ribu pelanggan
Pemprov minta seluruh kabupaten/kota di Jabar siaga banjir dan longsor
UMP Rp 1,5 juta ditolak buruh, ini jawaban Disnaker Jabar