Perusahaan angkutan umum diminta serius persiapkan mudik
Deddy Mizwar
Bandung.merdeka.com - Perusahaan angkutan umum diminta serius menghadapi mudik lebaran tahun ini. Persiapan harus dilakukan dari sekarang, mulai dari kesiapan armada hingga sopir. Dengan demikian para pemudik diharapkan tidak mudik dengan kendaraan roda dua.
Oleh sebab itu Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar meminta dinas terkait untuk mengecek persiapan moda transportasi umum menjelang mudik 2016.
"Terhadap angkutan penumpang umum, harus dilakukan pemeriksaan secara intensif dan komprehensif untuk memastikan kelaikan kendaraan dan kesehatan pengemudinya," kata Deddy, melalui rilis yang diterima Merdeka Bandung, Jumat (10/6).
Pemprov juga akan menyiapkan bus untuk mudik gratis. Kepada perusahaan swasta ia meminta agar melakukan kebijakan yang sama yakni penyediaan bus mudik gratis.
Sedangkan kepada para calon pemudik ia mengimbau agar tidak mudik menggunakan kendaraan sepeda motor atau roda dua. Mereka diharapkan mudik menggunakan kendaraan umum.
Menurut dia, mudik menggunakan kendaraan kendaraan roda empat lebih aman daripada mudik menggunakan kendaraan roda dua. Pihaknya juga akan menggelar kampanye keselamatan berlalu lintas di sepanjang jalur mudik.
Selain itu, ia meminta semua instansi terkait untuk terus meningkatkan kesiap-siagaan dalam menghadapi Lebaran. "Termasuk di dalamnya pengecekan dan perbaikan jalan, serta rambu-rambu lalu lintas dan marka jalan," katanya.
Tag Terkait
Kadin Jabar Bakal Gercep Pulihkan ekonomi di Masa Pandemi
Emil sertakan 2 eks pimpinan KPK ke tim sinkronisasi sebelum pelantikan
Pengemudi Ojol dapat hadiah motor dari Emil karena sosialisasikan Rindu di Pilkada
Partisipasi pemilih perempuan Bandung tinggi, ini reaksi Ridwan Kamil
Sosialisasi pilkada serentak 2018, KPU gandeng masyarakat ekonomi syariah
Setelah gempa di Banten, PT KAI pastikan perjalanan kereta api tetap aman
Hari ini masjid terapung bernilai Rp 913 miliar mulai dibangun
PLN Distribusi Jabar berhasil sambungi listrik 730 ribu pelanggan
Pemprov minta seluruh kabupaten/kota di Jabar siaga banjir dan longsor
UMP Rp 1,5 juta ditolak buruh, ini jawaban Disnaker Jabar