Mensos pantau kesiapan UAS korban banjir Kabupaten Bandung
Mensos Khofifah tinjau banjir di Kabupaten Bandung
Bandung.merdeka.com - Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa meminta Pemerintah Kabupaten Bandung maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat memprioritaskan bantuan kepada anak-anak sekolah korban banjir Kabupaten Bandung.
Khofifah mengatakan, di antara warga terdampak banjir, ada anak SD maupun SMP yang siap-siap menjalani Ujian Akhir Semester (UAS). Namun mereka harus mengungsi karena banjir.
"Dalam waktu dekat ini terutama anak sekolah yang SD kelas 6, SMP kelas 3 harus prioritas mendapat pelayanan. Supaya mereka sambil nunggu susut banjir tetap bisa belajar," kata Mensos di sela kunjungan ke Kantor Kecamatan Dayeuhkolot yang menjadi lokasi pengungsian, Senin (14/3).
Kantor Kecamatan Dayeuhkolot salah satu dari 36 titik pengungsian yang ada di Kabupaten Bandung.
Ia berharap, masalah UAS menjadi pertimbangan Pemerintah Kabupaten Bandung maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sehingga anak-anak sekolah korban banjir tetap bisa sekolah.
"Ada persoalan buku mereka kena banjir, seragam mereka juga," katanya.
Selain itu, Mensos juga mengingatkan pemerintah daerah agar terus berusaha mempercepat penyurutan air, misalnya dengan menyiapkan pompa air lebih banyak.
Mengenai santunan terhadap korban tewas akibat banjir, pihaknya melalui dinas sosial sudah menyiapkan dana untuk bencana alam maupun bencana sosial. Dana ini akan disalurkan Dinas Sosial kepada korban. Jumlah santunan sebesar Rp 15 juta rupiah per korban.
Dalam kunjungan itu, Mensos didampingi Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Bupati Kabupaten Bandung Dadang Nasser.
Tag Terkait
Kadin Jabar Bakal Gercep Pulihkan ekonomi di Masa Pandemi
Emil sertakan 2 eks pimpinan KPK ke tim sinkronisasi sebelum pelantikan
Pengemudi Ojol dapat hadiah motor dari Emil karena sosialisasikan Rindu di Pilkada
Partisipasi pemilih perempuan Bandung tinggi, ini reaksi Ridwan Kamil
Sosialisasi pilkada serentak 2018, KPU gandeng masyarakat ekonomi syariah
Setelah gempa di Banten, PT KAI pastikan perjalanan kereta api tetap aman
Hari ini masjid terapung bernilai Rp 913 miliar mulai dibangun
PLN Distribusi Jabar berhasil sambungi listrik 730 ribu pelanggan
Pemprov minta seluruh kabupaten/kota di Jabar siaga banjir dan longsor
UMP Rp 1,5 juta ditolak buruh, ini jawaban Disnaker Jabar