Menkominfo beri arahan bagi 30 tim yang ikut RIoT 2017

Oleh Farah Fuadona pada 28 Agustus 2017, 13:17 WIB

Bandung.merdeka.com - Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara memberikan arahan bagi 30 tim yang ikut dalam helatan Hackathon Republic of Internet of Things (RIoT) 2017 yang disokong oleh Indigo.id di Bandung Digital Valley, Jl Gegerkalong Hilir.

Ia memberikan arahan tentang dua bidang yang menjadi fokus pemerintahan di bidang internet of things yaitu pendidikan dan kesehatan. Untuk itu sebagaian acara yang diselenggarakan pada akhir pekan lalu itu sebaiknya fokus pada dua bidang tersebut.

"Saya mau kasih clue, kalau mengembangkan IoT terkait bidang pemerintahan, ada dua fokus besar. Satu, pendidikan. Dua, kesehatan,” ujar Rudiantara kepada Merdeka Bandung saat ditemui akhir pekan lalu.

Selain itu, Menkominfo menyampaikan bahwa Indonesia membutuhkan inovasi baru dalam penerapan internet of things (IoT). “Negara kita butuh inovasi, inovasi itu bisa dengan produk baru atau produk yang sudah ada, tapi caranya yang baru,” katanya.

Penyelenggaraan Hackathon RIoT 2017 oleh Ma(k)estro, Dyecode X dan kawan-kawan ini diharapkan mampu membuka akses teknologi di bidang tersebut.

Turut hadir dalam Hackathon RIoT 2017 ini Director of Digital and Strategic Portofolio PT Telkom Indonesia David Bangun, Director of Market Development GE Indonesia, Mulyandi Nasution, Chief Technical Officer, Cytron Technologies SDN BHD, Ober Choo, Chief Executive Officer PT Dycodex Teknologi Nusantara Andri Yadi, Director of Service Innovation at Atilze, serta Chief Operational Officer of Cytron Technologies SDN BHD Youn Koon Hong.

Hackathon RIoT 2017 ini memberi kesempatan bagi para penggiat IoT yang berkeinginan untuk mewujudkan proyek IoT mereka sebagai solusi dari ke-14 kategori yaitu pertanian, pertahanan dan keamanan, transportasi, alam, kesehatan, pendidikan, smart city, smart living, olahraga, maritim, engagement, aksesibilitas, fintech dan e-commerce, serta industrial IoT.

Director of Digital and Strategic Portofolio PT Telkom Indonesia David Bangun mengatakan,event tersebut sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi King of Digital di tanah air maupun Asia Pasifik.

"Sejak tiga empat tahun lalu kami sadar harus transformasi ke digital, menjadi perusahaan digital telco. Sebab, enam perusahaan terkaya itu adalah perusahaan digital dan jika tidak bergerak ke digital, akan kena inovasi disrupt," katanya.

Menurut dia, upaya menuju kesana antara lain dilakukan dengan strategi corporate venture capital yang antara lain diwujudkan dalam program Indigo.id sejak tahun 2009 lalu.

David menjelaskan, dengan strategi tersebut, maka akan menciptakan ekosistem terutama dari komunitas. Hal tersebut kemudian akan membangun tatanan industri digital yang kuat yang terdiri dari network, device, dan appalication.

Menurut dia, IoT juga bagian dari digital business selain ecomerce, fintech, dan banyak lagi. Telkom berkepentingan membangun ekosistem khususnya dalam penguasaan platform terkait. "Bagaimana simboisis mutualisme terbangun setelah acara ini, bisa terjadi interaksi ke depan, kita bersama bisa tumbuh mengembangkan platform," ujarnya.

Tag Terkait