Gubernur Aher: Jangan ada ospek, sekolah jangan menakutkan
Gubernur Aher
Bandung.merdeka.com - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengingatkan kembali pada setiap sekolah untuk tidak melakukan kegiatan ospek atau dikenal masa orientasi siswa (MOS) dengan cara menakutkan. Masa pengenalan peserta didik baru tahun 2017/2018 di lingkungan sekolah harus menyenangkan.
"Jangan menakutkan sekolah itu. Semuanya ada dalam koridor, sekolah itu tetap harus ramah terhadap siswanya. Kalau ada (perperloncoan) laporkan saja," kata pria yang akrab disapa Aher, di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (17/7).
Dia mengingatkan, peran guru di sekolah untuk selalu mengawasi kegiatan masa pengenalan lingkungan bagi sekolah-sekolah. Jangan sampai lengah mengabaikan senior untuk melakukan perpeloncoan. Apalagi Pemprov Jabar sejak resmi diambil alih kelola ditingkat SMA dan SMK mengusung konsep ramah anak.
"âKita kan mengusung sekolah ramah. Jadi guru harus mengawasi. Orientasi harus jelas dan transparan. Mari jadikan sekolah sebagai kegiatan anak-anak yang menyenangkan. âSaya menginginkan proses belajar mengajar itu menyenangkan," jelasnya.
Selepas pengenalan lingkungan sekolah, dia juga mengingatkan guru agar bisa selalu melakukan pendekatan pada muridnya dengan hal yang menggembirakan. Jadikan sekolah sebagai rumah kedua.
"Keakraban guru dan anak harus dibuat. Sehingga bisa memancangkan sekolah jadi rumah kedua sebagaimana anak akrab dengan ibunya di rumah maka disekolah juga akrab dengan para guru," katanya.
Tag Terkait
Kadin Jabar Bakal Gercep Pulihkan ekonomi di Masa Pandemi
Emil sertakan 2 eks pimpinan KPK ke tim sinkronisasi sebelum pelantikan
Pengemudi Ojol dapat hadiah motor dari Emil karena sosialisasikan Rindu di Pilkada
Partisipasi pemilih perempuan Bandung tinggi, ini reaksi Ridwan Kamil
Sosialisasi pilkada serentak 2018, KPU gandeng masyarakat ekonomi syariah
Setelah gempa di Banten, PT KAI pastikan perjalanan kereta api tetap aman
Hari ini masjid terapung bernilai Rp 913 miliar mulai dibangun
PLN Distribusi Jabar berhasil sambungi listrik 730 ribu pelanggan
Pemprov minta seluruh kabupaten/kota di Jabar siaga banjir dan longsor
UMP Rp 1,5 juta ditolak buruh, ini jawaban Disnaker Jabar