Saat para mahasiswa isi waktu puasa dengan pemahaman AlQuran
Bandung.merdeka.com - Ratusan mahasiswa Widyatama mengisi waktu puasa dengan kegiatan bermanfaat, yakni dengan melakukan kajian alQuran. Kegiatan yang dilangsungkan selama tiga hari berturut-turut ini rupanya diikuti secara antusias baik oleh para mahasiswa, dosen, maupun peserta dari luar kampus.
Ketua Kerohanian Widyatama Djudistiati Onto Wiryo mengatakan, kegiatan bertajuk Pekan Cahaya Quran 2017 ini diselenggarakan selama tiga hari penuh mulai pukul 08.00 hingga 11.30 WIB. Kegiatan seperti ini, kata dia, sangat baik dilakukan pada bulan suci.
"Dari pada melakukan kegiatan yang tidak bermanfaat mending ikut kegiatan pemahaman al-Quran ini. Untuk hari pertama saja pesertanya mencapai 400 orang. Itu belum maksimal karena masih banyak yang belum tahu, hari ini pasti lebih banyak lagi," ujar Djudistiati kepada Merdeka Bandung, Rabu (31/5).
Kegiatan pemahaman seperti ini, kata dia, sudah memasuki di tahun ke empat dan diselenggarakan secara rutin setiap bulan suci Ramadan. Untuk tahun ini, adalah Ahmad Fauzani, Kang Iip, Abu Marlo, Zulfikar La Entoresano, Dodi Suardi, Tita Husnitawati, Agus Irianto, dan Moch. Rizkar Arev.
Melakukan kajian alQuran yang secara rutin dilangsungkan setiap tahun ini mampu menyelasarkan pengertian isi dari alQuran yang selama ini kerap menghadirkan definisi berbeda-beda. Pada akhirnya, mampu memberikan dampak yang positif khususnya pada perilaku manusia.
"Memahami al-Quran itu biasanya berbeda-beda. Untuk itu diselenggarakannya kegiatan ini tujuannya agar bisa berdampak pada perilaku yang baik, dan tentunya bagi para mahasiswa bisa berlaku hormat kepada orangtua," jelasnya.
Tag Terkait
100.983 Paket buka puasa dibagikan oleh Rumah Zakat
Pemkot Bandung salurkan zakat Rp 2,4 miliar untuk 11.500 penerima
Puluhan penyanyi berkumpul dalam acara buka bersama DH Production
Sabtu besok, ada buka puasa 10 ribu warga di sepanjang Asia Afrika
Fitri Carlina panaskan suasana Trans Studio Bandung jelang buka puasa
PLN kucurkan bantuan Rp 3,7 miliar ke 7 ponpes di Jawa Barat
Kreatif, saat anak-anak yatim buat tas kantong dari kaos
PT KAI larang masyarakat ngabuburit di jalur kereta api
Bulan puasa, kafe di Bandung ada yang nekat jual miras
Cerita para wanita cantik beramal dengan ratusan anak yatim