Kenaikan tarif listrik dan harga cabai picu inflasi di Jabar

Oleh Muhammad Hasits pada 02 Maret 2017, 11:28 WIB

Bandung.merdeka.com - Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik Jawa Barat, Dudung Supriyadi mengatakan, kenaikan tarif listrik pada awal Januari 2017 serta melonjaknya harga cabai rawit di pasaran memberikan andil inflasi pada bulan Februari di Jawa Barat.

"Pada bulan Februari 2017 inflasi sebesar 0,36 persen. Beberapa komoditi yang mengalami kenaikan harga dan memberikan andil inflasi antara lain adalah tarif listrik, dan cabai rawit," ujar Dudung saat jumpa wartawan di Kantor BPS Jabar, Rabu (1/3).

Februari 2017 indeks harga konsumen atau inflasi gabungan Jawa Barat yang meliputi tujuh kota yakni Kota Bogor, Kota Sukabumi, Kota Bandung, Kota Cirebon, Kota Bekasi, Kota Depok, dan Kota Tasikmalaya mengalami kenaikan indeks.

"Indeks harga konsumen atau inflasi dari 125,32 di Januari 2017 menjadi 125,77 di Februari 2017 dengan demikian terjadi inflasi sebesar 0,36 persen," jelasnya.

Dari tujuh kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,70 persen, kemudian kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,68 persen.

Kelompok sandang sebesar 0,32 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,47 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,19 persen, serta kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,33 persen.

"Sementara itu, komoditi yang mengalami penurunan dan memberikan andil deflasi signifikan antara lain daging ayam ras, telur ayam ras, cabai merah, jeruk, tomat sayur, semen, angkutan udara, tomat buah, dan daun bawang," papar dia.