Sibuk dengan tugas kuliah, Sendy bisa juara 1 MEA Video Competition


Sendy menerima penghargaan
Bandung.merdeka.com - Meski sibuk mengerjakan tugas-tugas kuliah, Sendy Prayogo bisa menjuarai Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) Video Competition. Sendy adalah mahasiswa D3 Informatika Fakultas Ilmu Terapan Telkom University (FIT Tel-U).
Berkat kerja kerasnya, Sendy yang mengikuti lomba tersebut September-November 2015 lalu itu, mendapat hadiah langsung di Ruang Kerja Menteri Perdagangan RI, Thomas Lembong, di Jakarta Rabu lalu.
Menurut Sendy, dirinya membuat video secara animasi yang mudah dimengerti dan punya pesan yang kuat untuk penikmatnya. Hasilnya, video Sendy memikat para juri yang terdiri dari Joko Anwar dan juri MEA Video Competition lainnya yang berasal dari Direktorat Kerja Sama Asean Kemendag, praktisi film, serta wartawan budaya dan film.
"Saya harap orang yang melihat video ini bisa mengetahui apa itu Masyarakat Ekonomi ASEAN dan bisa berpartisipasi sehingga masyarakat Indonesia bisa sukses memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN ini," kata Sendy, melui rilis yang diterima Merdeka Bandung (15/4).
Sendy menambahkan, video tersebut dikerjakan di sela tugas kuliahnya. Pengerjaan terbilang singkat, hanya satu minggu saja.
Dalam kompetisi tersebut, ia bersaing dengan mahasiswa lain, komunitas komputer, serta anak-anak SMA/SMK sederajat. Kompetisi ini menghasilkan 41 video yang kemudian diseleksi menjadi 15 video.
Video berjudul MEA itu diunggah ke Youtube 25 November 2015. Sejauh ini, video dengan durasi dua menit itu sudah ditonton 1.987 kali. Sendy membuat videonya dengan aplikasi After Effect.
Video menjelaskan secara sederhana tentang apa itu MEA dilengkapi dengan ilustrasi animasi yang lucu dan sederhana. Video dilengkapi dengan narasi suara anak-anak. Disebutkan bahwa MEA merupakan realisasi perjanjian pasar bebas yang dilaksanakan negara-negara Asean, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Brunai Darusalam, Myanmar, Vietnam, Laos dan Kamboja.
Keuntungan dari MEA antara lain, ekspor impor antar negara MEA dapat dilakukan dengan biaya murah, masyarakat di negara MEA lebih bebas melaksanakan transaksi ekonomi, investor bebas berinvestasi.
Selain itu, masyarakat bisa kerja di negara Asean sesuai keterampilan, misalnya warga Indonesia yang memiliki keahlian arsitektur bisa menjadi arsitek di Malaysia, dan lainnya.
Pesan yang disampaikan video ini adalah, jika daya saing kuat dan persiapan matang, maka warga negara Indonesia akan menjadi tuan rumah di negeri sendiri.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak