Tak lulus SD, tukang asongan ini kini jadi pengusaha gamelan sukses


Riki si pengasong kini jadi pengusaha gamelan
Bandung.merdeka.com - Jadi pedagang asongan bisa menjadi pintu awal berwiraswasta. Jika ditekuni dan mau belajar, jalan hidup akan terbuka lebar. Ini dibuktikan Riki Supriyadi (32), mantan pedagang asongan souvenir Bandung yang kini menjadi pemilik Saung Dadeh Bandar Seni.
Saung gamelan Riki yang terletak di Jalan Kiaracondong, Bandung, itu kini memiliki pelanggan di beberapa kota di Indonesia, termasuk turis Malaysia. Bisnis gamelan dan aksesoris membuat Riki bisa memiliki rumah sendiri, menyekolahkan dua anaknya, membeli dua unit mobil angkutan barang. Untuk menambah penghasilan, dua mobil angkutan barang ia sewakan.
Tidak hanya itu, ia juga mempekerjakan karyawan lepas yang menjual aksesoris buatannya. Kini ia berencana membuka toko yang lebih besar di kawasan Jalan Laswi. "Doakan saja, mudah-mudahan bisa terlaksana," ujar Riki, saat ditemui di kiosnya.
Ia mengaku sudah memperhitungkan rencana kepindahannya itu. Jalan Laswi Bandung merupakan lokasi strategis tepat untuk bisnis aksesoris. Sewa tempat di sana sekitar Rp 30 juta setahun. Dengan pindah tempat usaha, ia akan memiliki ruang lebih besar, bisa memproduksi barang skala besar dan menambah karyawan.
Produk yang disediakan Riki berbagai jenis gamelan tradisional, seperti gamelan salendro, kendang penca, jaipongan, gamelan wayang, seruling, celempung, angklung, calung, marawis (timteng), rebana, gamelan talempong atau gambang kromong. Selain gamelan, ia juga menerima pesanan drum band dan gitar.
Pelanggannya dari Kota Bekasi, Banten, Kalimantan, hingga Malaysia. Harga yang ditawarkan bermacam-macam, mulai yang termurah hingga gamelan professional yang mencapai Rp 15 juta satu setnya. Di Bandung, sejumlah SMK menjadi pelanggan saung gamelan Riki.
Riki mengawali karirnya dari nol sebagai pedagang asongan pada 1994. Waktu itu ia ngasong di pusat belanja, di antaranya Pasar Baru, dan sejumlah hotel. "Dulu saya suka ngejar-ngejar turis di hotel," ujar pria berambut gondrong ini.
Barang yang diasongnya berbagai macam aksesoris seperti gantungan kunci dan miniatur alat musik. Dari situ ia melamun, andaikan bisa membuat sendiri berbagai aksesoris tersebut. Ia juga ingin membuka tempat khusus menjual aksesoris.
Di sela ngasong, ia belajar membuat berbagai jenis aksesoris dan menjualnya sendiri. Uang selama ngasong ia tabung. Ia juga bekerja sama dengan kakaknya yang lebih dulu membuat gamelan. Lalu dua tahun lalu ia mulai mendirikan saung gamelannya.
"Saya sih banyak sekolah di jalan. Tapi Alhamdulillah," kata pria yang sekolahnya sampai kelas 3 SD di SD Babakan Jati Kiaracondong ini.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak