Setahun berbisnis kue, ibu muda ini raih omzet Rp 30 juta per bulan

Safira Idawiduri
Bandung.merdeka.com - Perayaan akan terlihat kurang meriah tanpa kehadiran kue. Istilah ini membuat bisnis kue tetap relevan dan menjanjikan. Berangkat dari situ, Safira Idawiduri, 30 tahun, terjun ke bisnis kue. Ia fokus menyajikan kue-kue bolu dekorasi yang biasa dipakai untuk perayaan atau hadiah.
Kue bolu dekorasi merupakan kue yang bentuknya bisa dipesan sesuai keinginan pelanggan. Untuk anak-anak, saat ini bentuk kue yang paling digemari adalah desain peri atau princes seperti dalam film Frozen.
Ada juga kue bolu yang didesain dengan bentuk kerajaan atau kastil. Untuk mendeasin kuenya, Safira menggunakan bahan foundant, yaitu adonan kue dari gula yang mudah didesain dalam bentuk apapun. Fondant dipakai untuk melapisi permukaan kue atau membuat berbagai karakter sebagai desain kue.
Kue-kue tersebut diberi warna sesuai selera. Kue untuk anak-anak tentu dengan warna yang semarak dan ceria.
Ibu satu anak itu memasarkan produk kuenya lewat brand Rolling Pin Sugar Art, sebuah toko kue di Jalan Ciumbuleuit Nomor 108 Bandung. Meski baru buka tahun ini, omzet toko kue ini sudah mencapai Rp 30 juta per bulan.
“Karena pangsa pasarnya jelas, saya optimis masih bisa meraih omzet dua kali lipat dari omzet sekarang,” kata Safira kepada Merdeka Bandung.
Safira mempekerjakan enam orang pegawai, dua orang untuk menjaga toko dan empat orang lagi di bagian produksi. Ia berencana akan menambah pegawai lagi hingga menjadi delapan orang. “Kalau saya sih merangkap semuanya, mulai dari manajemen, desain, produksi, hingga marketing,” katanya.
Ia mengaku bisa membuat kue secara otodidak. Kuliahnya bukan jurusan tata boga melainkan jurusan manajemen. “Jadi nggak nyambung sebenarnya dengan kuliah, paling nyambungnya di manajemennya,” kata alumnus manajemen Telkom University ini.
Ketertarikannya pada bisnis kue ia jalani tak sengaja. Awalnya ia ingin memberikan hadiah ulang tahun bagi putrinya, Kamea, 4 tahun. Ia mencari-cari di toko kue ternyata harganya mahal-mahal.
Ia akhirnya memutuskan membuat kue sendiri. Untuk mengetahui teknik membuat kue, ia mengikuti kursus singkat membuat kue. Selebihnya ia belajar dari buku dan internet. Akhirnya kue untuk sang anak jadi, sebuah kue dengan dekorasi princes.
Dari situ ia mulai iseng menawarkan kue dekorasinya secara online. Ternyata peminatnya cukup banyak. Awalnya desain atau bentuk kue menjadi daya tarik yang ditawarkan. Tetapi setelah diskusi sana-sini, ia mulai mengolah sentuhan rasa pada kue buatannya.
Kemudian pada Juli 2015, perempuan yang tinggal di Gegerkalong ini mulai membuka toko kue Rolling Pin Sugar Art. Dalam seminggu ia bisa menerima pesanan 5-6 full décor cakes yang harganya ditawarkan mulai Rp 350 ribu sampai Rp 1 juta.
Untuk memesan kue di Rolling Pin Sugar Art, pembeli harus melakukan pemesanan lima hari sebelum perayaan. Selain kue dekorasi, toko kue ini juga menyajikan aneka macam kue seperti Green Tea Soufflé, Lemon Mixberry Soufflé, Fudgy Brownies dan lainnya.
Para pembeli kue di Rolling Pin Sugar Art sangat beragam, mulai dari anak SMA untuk perayaan ulang tahun, pernikahan, syukuran kantor atau instansi hingga orang tua yang memiliki balita. “Orang tua yang punya anak 1 samapi 5 tahun biasanya selalu menghadiahi kue,” ujarnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak