Selain cantik, Youla juga ulet berbisnis hingga produk tembus Eropa


Youlanda Nurul Iyazha
Bandung.merdeka.com - Usia Youlanda Nurul Iyazha saat ini memang masih 22 tahun. Tapi jangan salah, meski usianya masih muda, dara ayu asli Bandung ini sudah cukup sukses merintis usahanya membuat produk-produk kreatif hand made, seperti; tote bag, head ware, dan kaos. Bahkan produk-produk itu berhasil dipasarkan sampai ke Eropa.
"Jadi waktu itu awal 2013 setelah lulus SMA belum kepikiran bisa bikin produk seperti sekarang. Setelah orang yang pakai produk saya bilang bagus dari situ baru mulai serius," ujar gadis kelahiran Bandung 12 Juli 1993 itu kepada Merdeka Bandung, akhir November lalu.
Dalam menjalankan bisnis kecil kecilan ini, Youlanda mengerjakan semuanya sendiri. Mulai dari proses pemilihan bahan, mendesain produk, menjahit hingga memasarkan produk.
Dalam satu hari, Youlanda mengaku dapat menghasilkan 60 pieces produk. Mulai dari kaos, tote bag dan head ware. Semua produk ini dihasilkan dari keahliannya menggambar.
"Sebanyak 60 pieces itu produknya macam macem. Biasanya bisa bikin 20 kupluk, 20 kaos dan 20 tote bag. Mulai dari milih bahan, sampai barang sudah jadi, dan nemu konsumen saya kerjain sendiri," katanya.
Youlanda sangat menjaga kualitas produknya. Hal itu pula menjadi alasan semua proses produksi dikerjakan seorang diri. Setiap produk yang dihasilkan, dia membuat dalam jumlah terbatas (limited).
"Karena gambarnya harus berkarakter. Kalau dikerjakan sama orang lain takut karakternya beda lagi. Makanya saya kerjain semua sendiri. Karena usahanya juga masih kecil kecilan," terang Youlanda.
Melalui brand miliknya "Youzha", dia memanfaatkan Instagram sebagai media pemasaran. Di sana beragam produk-produk hasil karya keatif dipajang. Berawal dari jejaring pertemanan mulut ke mulut produknya mulai banyak dikenal.
"Ada temen main terus lihat produknya. Kebetulan dia suka belanja ke saya. Nah saya cerita punya brand 'Youzha'. Nah dia beli dulu satu, terus temannya banyak yang suka. Akhirnya dia bantu pasarin jadi reseller," tuturnya.
Tak hanya sampai di situ, produknya juga telah sampai ke negara-negara Eropa seperti Jerman, Perancis, Itali, dan Inggris. "Kebetulan ada teman kuliah di Jerman. Nah dia bawa ke sana, ternyata banyak yang suka. Setelah itu dia bawa juga ke teman-temannya yang ada di kota-kota di Eropa kayak Paris. Jadi teman saya nyebarin di sana," katanya.
Bahkan, Youlanda melanjutkan, ada salah satu personel band asal Amerika Serikat MAE yang membeli produknya. "Ada keyboardisnya beli produk saya. Dia lihat dari Facebook, kebetulan berteman di FB. Dia bilang aku mau, satu buat ibunya satu buat dia," ucap Youlanda menambahkan.
Menyasar kalangan muda, dara ayu ini mematok harga produknya tak terlalu mahal. Mulai dari harga Rp 60 ribu hingga Rp 325 ribu. Meski usianya masih belia, dalam satu bulan Yola mampu meraup keuntungan hingga Rp 8 juta per bulan. Namun semua itu didapat dengan usaha dan kerja keras.
"Pas awal-awal dicoba-coba semuanya. Mulai dari nyari bahan sampai cat. Nguliknya sampai enam bulan. Saya lihat banyak tutorial juga di Youtube sampai korbanin banyak kaos buat jadi ekperimen," katanya.
Saat ini dia terus mengembangkan bisnisnya. Rencananya dia akan membuka store untuk produk-produknya. Untuk mempeluas pemasaran dia juga akan membuat tim pemasaran khusus.
Supaya produknya bisa terus bersaing, kuncinya bagi Yolanda ialah terus berinovasi. Dengan terus berinovasi akan selalu menghasilkan karya-karya baru.
"Makanya buat yang mau buka usaha salah satu tipsnya harus percaya diri, harus cinta sama produknya. Kalau sudah cinta jadi bernyawa. Insyaallah orang-orang juga sama barangnya. Jangan sampai takut rugi atau gimana. Selama menjalankan usaha Insya Alla bisa," ujarnya menandaskan.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak