Karakteristik wisatawan ke Bandung kini berubah agresif

user
Mohammad Taufik 05 Mei 2016, 15:36 WIB
untitled

Bandung.merdeka.com - Bandung selalu menjadi kota menyenangkan untuk momen libur panjang. Tak heran jika banyak wisatawan yang datang ke Kota Kembang. Namun, ada perubahan drastis yang terjadi bagi para pelancong kali ini. Wisatawan yang datang ke Bandung kini dinilai lebih agresif.

Agresif dalam hal ini tentu bernilai positif. Dimana para wisatawan yang akan menghabiskan momen akhir pekannya di Kota Kembang sudah mempersiapkan diri begitu matang hingga melakukan pemesanan hotel dari jauh-jauh hari.

Marketing Communications Manager BEST WESTERN PREMIER La Grande Hotel, Adventa Pramushanti, mengatakan tamu hotel sudah melakukan pemesanan sejak tiga pekan sebelum libur panjang tiba. Itu membuat tingkat okupansi hotel bisa mencapai 100 persen.

"Yah, mengingat jumlah hotel di Bandung makin banyak, wajar jika okupansi 100 persen semakin susah didapat. Namun nampaknya hal itu enggak berlaku di long weekend kali ini," ujar perempuan yang akrab disapa Venta kepada Merdeka Bandung, Kamis (5/5).

Venta menjelaskan, libur panjang di awal Mei ini dinilai membawa angin segar bagi hotel-hotel di Bandung. Reservasi untuk periode Kamis (5/5) hingga Minggu (8/5), sudah mulai masuk dari pertengahan bulan April 2016.

Pemesenan dilakukan baik melalui direct booking ke hotel yakni telpon dan web hotel maupun dari offline travel agents ataupun online travel agents seperti agoda, traveloka, booking.com dan lain-lain.

"Di Best Western Premier La Grande Hotel, tingkat hunian 5-8 Mei 2016 di hari Kamis, 5 mei 2016 yaitu 98 persen dari total 193 kamar. Disusul dengan Jumat, 6 mei 2016 di 93 persen. Hari Sabtu mulai turun sekitar 15 persen," ujarnya.

Nampaknya, kata dia, libur panjang kali ini benar-benar disambut dengan sukacita oleh semua. Biasanya di Bandung, libur panjang yang lebih dari tiga malam, puncak okupansi hanya di satu atau dua malam. Namun, kali ini okupansi terus terjaga.

"Semoga Bandung makin kreatif dan kritis mengemas paket wisata, menggerakkan roda perekonomian juga yang makin ke sini nampak makin seret," katanya.

Kredit

Bagikan