Es campur legendaris ini tetap eksis sejak tahun 1970an hingga sekarang

user
Endang Saputra 26 Juli 2018, 17:39 WIB
untitled

Bandung.merdeka.com - Sudah pernah mencoba es campur legendaris yang ada di Jalan Banteng? Jika belum, Anda tentu wajib mencobanya. Es campur yang satu ini sudah hadir sejak 1970 silam dan tetap eksis hingga saat ini.

Lokasinya tepat berada di depan Gelanggang Olahraga Lodaya atau berada disamping Hotel Naraya. Dijajakan dengan gerobak dipinggir jalan, tempat yang satu ini tak pernah sepi pengunjung.

Dikenal dengan nama Es Campur Pak Tarma, berbeda dengan es campur di tempat lainnya. Di sini, semangkuk es campur dibuat dengan sederet isian yang terbilang komplit. Ada lebih dari tujuh macam isian yang mengisi es campur ini.

Isiannya ada nangka, cendol merah muda, cingcau hitam, ketam hitam, kacang hijau, kelapa muda, potongan roti, alpukat, serta kolak-kaling. Sebagai pelengkap, susu kental manis putih dan cokelat serta es serut membuat es campur Pak Tarma semakin menggoda.

"Jualannya sudah sejak tahun 1970an. Dulu bapak yang jual, sekarang saya," ujar anak ke empat dari Pak Tarma, Yudi kepada Merdeka Bandung saat ditemui di Es Campur Pak Tarma, Jalan KH. Ahmad Dahlan (Banteng), Kamis (26/7).

Dibanderol dengan harga Rp 10 ribu, es campur ini menjajakan dagangannya mulai pukul 10.00 hingga 16.00 WIB. Setiap harinya, sekitar 60 mangkuk es campur terjual.

"Biasanya ramai kalau akhir pekan. Penjualan sih memang beda-beda ya setiap harinya, tapi rata-rata bisa 60 mangkuk," tutur dia.

Bagi pecinta kuliner, tentunya wajib menjajal menu yang satu ini. Es Campur Pak Tarma cocok bila disantap saat siang hari kala mentari menyengat begitu terik.

Kredit

Bagikan