Mengangkat ruh kepahlawanan lewat Konser Bandung Philharmonic


Konser Heroes Bandung Philhaarmonic
Bandung.merdeka.com - Kawasan Gedung Merdeka baru saja diguyur hujan, Jalan Asia-Afrika, Bandung, Sabtu (23/4) malam. Di samping gedung terdengar musik band anak muda yang biasa menderu-deru saban malam Minggu.
Kontras dengan yang terjadi di dalam Gedung Merdeka, ratusan pengunjung khusuk menyimak sajian musik orchestra yang dibawakan Bandung Philharmonic bertema 'Heroes'.
Kelompok musik orchestra asal Bandung itu menyuguhkan sekitar 10 komposisi di bawah pimpinan konduktor Robert Nordling asal Amerika Serikat. Konser bertajuk Heroes ini bagian dari peringatan Konferensi Asia Afrika ke-61.
Bandung Philharmonic merupakan kelompok musik yang dibentuk 2015 lalu oleh empat musisi muda Airin Efferin (piano), Fauzie Wiriadisastra (flute), Ronny Gunawan (flute) dan Putu Sandra (violin).
Mereka menyajikan berbagai komposisi bersama 60 musisi pengiring lainnya yang membawakan violin II, viola, cello, contra bass, flute, oboe, clarinet, bassoon, horn, trumpet, trombone, tuba, timpani, perkusi, harpa dan piano.
Konser musik klasik yang terbilang langka itu terbagi dalam dua sesi. Tiap sesi, panitia selalu mengingatkan penonton agar tidak menimbulkan suara-suara mengganggu jalannya konser, seperti suara ponsel dan kamera. Dan, bila perlu napaspun ditahan.
Pada satu sesi, konser tiba pada komposisi Ludwig van Beethoven, komponis besar Jerman (1770-1827) berjudul Simfoni No 3, Op.55 'Eroica'.
Eroica merupakan musik klasik yang diawali dengan tempo cepat, alat musik gesek bersahutan membentuk simfoni dengan alat musik lainnya. Menurut Robert Nordling, musik ini memiliki ruh kepahlawanan sebagaimana judulnya.
Ada empat nomor komposisi yang terhimpun dalam 'Eroica', yakni Allegro con brio, Marcia funebre: Adagio assai, Scherzo: Allegro vicace, dan Finale: Allegro molto.
Sebelum membuka babak kedua konser Heroes, Robert Nordling sempat menyapa penonton. "Selamat malam," katanya dengan bahasa Indonesia yang terbata-bata.
Dalam konser itu, panitia menjual habis semua tiket yang berjumlah 400 tiket. Penonton yang hadir antara lain mantan Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia Miranda Goeltom, Kepala Museum KAA Thomas A Siregar, Seniman Sunaryo, Dosen filsafat Unpar Bambang Sugianto.
Robert menjelaskan, pihaknya memberi tema konser Heroes sesuai dengan momentum KAA dan tempat jalannya konser, yakni di Gedung Merdeka. Menurut dia, kini banyak jenis pahlawan. Lima sampai 60 pahlawan di antaranya adalah musisi yang ada di hadapan penonton. Mereka telah berlatih untuk menyuguhkan komposisi musik yang apik.
"Tapi saya juga melihat ada banyak pahlawan di hadapan saya," kata Robert kepada penonton. "Karena musik perlu dibagikan, dukungan dan penikmat. Jadi dalam konser malam ini Anda sudah mainkan peranan penting."
Kalimat tersebut mendapat tepuk tangan penonton. Robert kemudian mengulas latar belakang lagu 'Eroica' yang ditulis Beethoven pada 1805. Tadinya lagu tersebut ditulis untuk Napoleon Bonaparte sebagai orang yang akan mewujudkan kemerdekaan dan kesetaraan.
Namun Napoleon kemudian mengangkat dirinya sebagai kaisar. Beethoven marah dan mengubah lagu yang ditulisnya dan diberi judul: Eroica. "Kita tak tahu siapa yang dimaksud pahlawan dalam Eroica, mungkin seluruh republik, mungkin para musisisi, atau mungkin konduktor," katanya seraya tertawa.
Mungkin juga pahlawan itu Beethoven. Tapi yang jelas, kata dia, sensasi kepahlawanan ada pada musik Eroica.
Konser yang dimulai pukul 19.30 WIB itu dibuka dengan lagu Indonesia Raya secara orkestra pukul 19.30 WIB. Bandung Philharmonic juga menyuguhkan komposisi karya komponis Jerman lainnya, Wilhelm Richard Wagner (1813- 1883), lalu komposisi Edward Elgar (1857-1934), hingga komposisi yang ditulis musisi muda Indonesia Marisa Sharon Hartanto berjudul Rumbles to the Past: Purcell Revisited. Konser kemudian ditutup dengan lagu Indonesia Tanah Air Beta.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak