Nadafiksi tawarkan wajah lain dalam 'Teorema'


Nadafiksi
Bandung.merdeka.com - Lewat debut perdananya bertajuk 'Teorema', Nadafiksi hadirkan wajah lain. Melalui Teorema, Nadafiksi dapat ditemui dalam wujud musik full band, Hindustan, keroncong, hingga soundscape.
Menurut Ilmu Pasti, Teorema merupakan pernyataan yang memerlukan pembuktian meskipun pernyataan itu memang dapat ditujukan bernilai benar.
Bisa jadi debut album duo Nadafiksi asal Bandung bertajuk Teorema ini merupakan sebuah pernyataan Dwi Kartika Yuddhaswara dan Ida Ayu Made Paramita Sarasvati yang perlu anda buktikan pengalamannya, meskipun duo yang lahir pada 2010 ini sudah pasti mengalami pengalaman mereka sendiri.
"Teorema adalah album perdana Nadafiksi yang dirilis pada tahun 2016 bersama Omuniuum yang mendukung produksinya," ujar Dwi kepada Merdeka Bandung, Selasa (22/2).
Pengerjaan Teorema sejak rekaman awal hingga hadir lengkap sebagai album musik memerlukan waktu kurang lebih tiga tahun. Tesla Manaf Effendi, yang dikenal sebagai gitaris jazz, bertindak sebagai produser yang juga menangani sendiri segala proses pengambilan dan pengelolaan suara sampai Teorema siap dengar.
"Keragaman ini tak mungkin terwujud tanpa keterlibatan teman-teman pemusik yang melengkapkan Teorema dari berbagai sisi baik musik maupun lirik," ujarnya.
Nama Teorema dipilih untuk menggambarkan isi album sebagai kumpulan lagu, dimana setiap judul memiliki napas tersendiri, disusun dalam suatu struktur yang diharapkan secara simultan memberikan pengalaman tertentu.
Selanjutnya pemaknaan dari pengalaman menyimak Teorema diserahkan kepada asumsi masing-masing penikmatnya.
"Isi Teorema dibagi menjadi tiga bagian yaitu Fantasi, Indrawi dan Ilahi. Pengelompokan dan penamaan setiap bagian berkenaan dengan muasal kepekaan atau bahasan lagu di dalamnya," tuturnya.
Perkenaan ini seperti ketika penyimak Nadafiksi kembali menemui 'Darimu Untukku' sebagai hasil kepekaan Indrawi. Lagu 'Sentuh' yang masuk dalam Nominee Best Folk Track Indonesian Cutting Edge Music Award 2014 bertransformasi menjadi 'Seketika' sebagai catatan pengalaman yang berkaitan dengan Ilahi.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak