Perlu etalase untuk wirausaha di Bandung? ke Jalan Malabar saja


Bandung.merdeka.com - Setiap jalan di Bandung memiliki kekhasan tersendiri. Misalnya Jalan Riau (Martadinata) dan Jalan Dago (IR H Djuanda) dikenal sebagai pusatnya factory outlet. Nah, Jalan Malabar, Bandung, sudah lama dikenal sebagai pusatnya etalase.
Bandung sendiri selama ini sering disebut kota industri kreatif, banyak yang wirausaha di bidang fesyen, kuliner dan lainnya. Produk-produk mereka biasa dipajang dalam lemari kaca atau etalase. Etalase yang dipakai para pelaku wirausaha tersebut banyak berasal dari Jalan Malabar.
Maka Jalan Malabar pun dikenal sebagai gudangnya etalase Bandung. Orang yang akan membuka usaha atau berdagang, bisa dipastikan akan memesan etalase ke jalan bersimpangan dengan Jalan A Yani di sebelah utara dan Jalan Gatot Subroto di sebelah selatan Bandung itu.
“Jalan Malabar menjadi trademark etalase di Bandung. Kan kalau mau beli fesyen murah di Bandung orang akan tertuju ke Pasar Baru. Nah kalau mau etalase larinya ke Malabar,” kata Ridwan Faizal (31), pengelola toko Meubeul Kembar, Jalan Malabar, Bandung.
Menurut Ridwan, di Jalan Malabar ada 30 toko yang menyediakan etalase, meubel kayu bekas dan baru, kursi-kursi alumunium, kursi kantor. Mereka berjajar di Jalan Malabar dan sebagian di Jalan Samoja.
Berdasarkan pengalaman Ridwan yang sudah membuka toko etalase sejak 1990, banyak konsumen percaya dengan kualitas etalase Jalan Malabar. “Yang agak konyol ada pelanggan yang di rumahnya ada pembuat etalase tapi dia tetap datang ke sini,” ceritanya.
Memang penjual etalase di Bandung tidak hanya di Jalan Malabar saja, meski etalase Jalan Malabar menjadi pelopor bisnis etalase di Bandung. Daerah lain yang juga terdapat pengrajin etalase tersebar di Jalan A Yani, Kiaracondong, Moch Toha, dan Kota Cimahi. “Cuman yang jadi ikon etalase adalah Jalan Malabar,” katanya.
Etalase diproduksi di Jalan Malabar beragam ukuran mulai yang terkecil harga Rp 100 ribu sampai etalase besar yang harganya jutaan.
Selain etalase, ciri khas lain Jalan Malabar adalah banyaknya penjual sepeda, baik baru maupun bekas. Mereka memajang sepeda di atas trotoar maupun toko. Selain sepeda, ada juga para penjual pakaian TNI, Polisi, Dinas Pehubungan, Satpol PP, Pramuka. Mereka juga bisa ditemukan di emper toko dan toko.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak