Melalui desertasi Sekda Jabar temukan kelemahan BPR

Ilustrasi pasar
Bandung.merdeka.com - Badan Perkreditan Rakyat (BPR) sudah tersedia di kecamatan kota maupun kabupaten di Jawa Barat sejak 1972. Namun kecenderungannya BPR tidak menghasilkan pendapatan yang baik.
Tema BPR tersebut diulas Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa, dalam meraih gelar doktoral Sidang Terbuka Promosi Doktor dengan judul Strategi Bersaing Dan Kreasi Nilai Yang Didorong Oleh Kekuatan Lingkungan Industri Dan Sumber Daya Perusahaan Berimplikasi Pada Kinerja BPR di Universitas Padjajaran (Unpar), Bandung.
“Padahal BPR ini sangat berkontribusi bagi kabupaten/kota dalam menambah PAD dan memudahkan masyarakat dalam mendapatkan modal usaha,” tutur Iwa, melalui rilis yang diterima Merdeka Bandung.
Dalam penelitiannya itu, Iwa meneliti lima variabel batasan masalah meliputi aspek kekuatan lingkungan industri, sumber daya perusahaan, kreasi nilai, strategi bersaing dan kinerja perusahaan ternyata hasilnya belum optimal.
Hasil kajian mendorongnya menemukan sebuah model yang menjadi masalah BPR. Model ini dinamai Model Keberlanjutan Kinerja BPR. Model ini bermanfaat bagi para direksi dan manager dalam meningkatkan kinerja perusahaan dengan menunjukan laba yang lebih meningkat.
Iwa berharap, model tersebut bisa diterapkan guna meningkatkan laba perusahaan dan kinerja yang lebih baik. Dalam bertugas sebagai Sekda Provinsi Jawa Barat, ia akan coba menyebarluaskan model di BPR yang ada di Jabar dan Banten.
Menurutnya, ada 65 BPR kota/kabupaten Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Banten. Dalam penerapannya, ia akan melakukan bussiness partner dengan bank nasional.
“Sehingga keduanya saling menguntungkan, bagi bank besar ada akses pendanaan dan bagi BPR ada dana segar sekaligus adanya teknologi dan pengetahuan,” pungkasnya.
Iwa mengikuti Program Doktor Ilmu Manajemen Bisnis Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpad dengan yudisium ‘cum laude.’ Ia mulai menyusun disertasinya sejak Agustus 2012.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak