Tahun kemarin gamelan Arab ngetrend di Bandung, bagaimana tahun ini

user
Mohammad Taufik 14 Januari 2016, 17:34 WIB
untitled

Bandung.merdeka.com - Gamelan khas Timur Tengah sempat menjadi trend di Bandung pada 2015 lalu. Hal ini dapat dilihat dari penjualan gamelan di toko gamelan Saung Dadeh Bandar Seni, Jalan Kiaracondong, Kota Bandung, Jawa Barat.

Pemilik saung, Riki Supriyadi (32), menyebutkan tahun lalu kiosnya banyak menjual peralatan seni marawis dan hadrah (rebana).

Untuk diketahui, marawis merupakan seni musik tabuh berasal dari Kuwait yang kemudian berkembang di Timur Tengah lalu masuk ke Indonesia. Begitu juga hadrah atau rebana yang awalnya berkembang di Timur Tengah kemudian masuk ke Indonesia.

"Tahun kemarin marawis di Indonesia lagi ramai-ramainya, jadi di kita juga cukup banyak yang keluar (terjual). Begitu juga hadrah atau rebana," kata Riki, kepada Merdeka Bandung.

Dia menjual satu set alat musik marawis Rp 2,5 juta, sedangkan hadrah Rp 3 juta. "Setahun kemarin saya sampai menjual 15 set marawis, belum lagi hadrahnya," katanya.

Riki melanjutkan, trend penjualan musik khas religi tersebut tidak lepas dari salah satu acara televisi swasta yang menayangkan lomba marawis. Selain itu, banyak juga acara-acara televisi menayangkan ajang pencarian bakat. "Jadi mungkin di sini banyak yang ikut-ikutan," katanya.

Pembeli alat musik marawis dan hadrah kebanyakan sekolah-sekolah tingkat SMP dan SMA. "Kebanyakan kalau pelanggan saya SMK," ujarnya.

Sedangkan tahun ini, lanjut dia, belum diketahui trend musik gamelan akan mengarah ke mana. "Tahun kemarin ramainya marawisan kalau tahun ini belum kelihatan. Nanti kelihatannya pas pencairan anggaran 2016, kalau sekolah kan tergantung anggaran," tuturnya.

Menurut dia, penjualan gamelan mengikuti trend di masyarakat. Ada masanya trend musik tradisional, misalnya Gamelan Sunda, angklung dan kendang penca.

Kredit

Bagikan