Harga tinggi, pedagang ayam Bandung berencana mogok

user
Farah Fuadona 14 Januari 2016, 10:28 WIB
untitled

Bandung.merdeka.com - Tingginya harga ayam mencapai Rp 40 ribu per kilogram, membuat para pedagang ayam merugi. Jika harga ayam terus tak terkendali, rencananya para pedagang ayam akan mogok jualan.

"Ada rencana demo mogok. Kita nunggu dulu keputusan bandar. Saya mah pedagang kecil ya ikut-ikutan saja," kata Dadang Hermawan (30), pedagang ayam di Pasar Kosambi Bandung, Rabu (13/1).

Rencananya, kata dia, mogok terpaksa akan dilakukan mengingat jualannya tak laku. Pembeli tidak mau membeli ayam padahal harga normalnya di barah Rp 30 ribu per kilogram.

"Kita kalau maksain terus jualan nggak akan laku malah terbuang," ujar ayah satu anak ini.

Warga Cijerah ini mengatakan, melambungnya harga ayam terjadi karena kurangnya pasokan dari bandar. Pasokan tersebut berasal dari peternak dan perusahaan penetas ayam (DOC).

Ia menduga, kurangnya pasokan ayam terjadi karena permainan. Masing-masing bandar mendapat jatah pasokan. Siapa yang berani membeli pasokan dengan harga tinggi, maka dia akan mendapat pasokan lebih.

"Ini kayanya permainan di saat pemintaan banyak, sedangkan bibit DOC tak ada," katanya.

Ia berharap pemerintah cepat bertindak menghadapi gejolak harga ayam. Menurutnya pemerintah sebenarnya mudah saja untuk mengatasi harga ayam.

"Pemerintah bisa meneliti pembukuan berapa pengeluaran ayam dan berapa pemasukan DOC. Dari situ bisa ketahuan berapa yang harus ditambah," katanya.

Kredit

Bagikan