Mulai tahun depan lewat Jalan Pasteur harus bayar


Bandung.merdeka.com - Mulai tahun 2016 mendatang, Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Perhubungan (Dishub) akan mulai menerapkan kebijakan electronic road pricing (ERP) atau jalan berbayar elektronik di Jalan Pasteur. Dengan sistem ini, setiap pengendara yang melewati jalan Pasteur harus membayar sebesar Rp 20 ribu.
Kepala Bidang Lalu lintas dan Teknis Perparkiran Dishub Kota Bandung Agung Purnomo menuturkan tujuan dari penerapan jalan berbayar ini untuk mengurangi kemacetan yang kerap terjadi di kawasan tersebut. Jalan Pasteur menjadi lokasi ujicoba penerapan ERP ini, sebab selama ini di kawasan tersebut selalu menjadi kawasan padat kendaraan. Terlebih lagi Jalan Pasteur masih menjadi akses masuk favorit tamu dari luar kota yang masuk orang ke Kota Bandung
"Dari catatan Dishub, kendaraan yang melewati Jalan Pasteur itu bisa sampai 3.000 kendaraan setiap jamnya," ujar Agung kepada Merdeka Bandung saat ditemui di Kantor Dishub, Jalan Soekarno Hatta, Jumat (18/12).
Agung menuturkan rencana penerapan ERP ini masih dibahas bersama DPRD. Sementara untuk kajian teknis di lapangan saat ini masih dibahas bersama tim kajian dari ITB.
Agung mengungkapkan untuk gambaran secara umum, nantinya di Jalan Pasteur akan dipasang pintu masuk (gate) seperti di Jalan Tol. Gate ini akan dipasang di kedua arah, baik menuju arah timur maupun barat.
"Misalkan untuk Jalan Pasteur yang arah timur, nanti kita pasang gatenya di dekat daelar Honda Pasteur, nanti keluarnya sebelum fly over Pasupati. Jadi memang tidak terlalu jauh. Tapi untuk lokasinya masih belum final, masih dibahas," ungkapnya.
Selain itu lanjut Agung, dari enam lajur yang berada di Jalan Pasteur, tidak semuanya akan digunakan untuk jalan berbayar. Pihaknya akan menyisakan satu lajur.
"Di kawasan Pasteur kan banyak pemukiman penduduk, kemudian bangunan komersial seperti pusat perbelanjaan, hotel. Jadi nanti kita sisakan satu lajur di sebelah kiri. Pilihannya kalau dia mau cepat tinggal masuk ke jalur berbayar, tapi kalau mau berbelok misalkan ke hotel, pengendara ambil jalur kiri," kata dia.
Agung menjelaskan, untuk tahap awal penerapan sistem ERP ini masih menggunakan cara manual. Sehingga belum menggunakan kartu elektronik. "Untuk sementara masih pake cara manual. Kalau penerapan secara ektronik butuh waktu," katanya.
Agung berharap dengan penerapan sistem jalan berbayar ini, para pemilik kendaraan pribadi mulai beralih dengan menggunakan angkutan umum.
"Secara bertahap kita juga benahi transportasi umum. Kemarin kita sudah mulai operasikan bus TMB koridor 3, kemudian bus sekolah. Diharapkan masyarakat juga bisa beralih ke angkutan umum," pungkasnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak