DHL Express Kenalkan 2 Mobil Van Listrik Untuk Logistik Berkelanjutan

Endang Saputra 11 Mei 2022, 18:28 WIB
untitled

Bandung.merdeka.com - DHL Express, penyedia layanan ekspres internasional terkemuka di dunia, telah memperkenalkan dua mobil van listrik (e-van) di Indonesia, sebagai bagian dari upayanya untuk membantu memenuhi tujuan Deutsche Post DHL Group dalam rangka mengurangi semua emisi terkait logistik dan mempromosikan green-logistic.

Kendaraan listrik baru ini dapat menempuh jarak hingga 150 km dan membawa beban hingga 4,8 m3. Armada baru ini akan diterjunkan untuk mengantarkan kiriman di kawasan Pusat Area Bisnis (CBD) di Jakarta. Selain mengurangi emisi karbon dibandingkan dengan kendaraan komersial konvensional, e-van ini juga ditenagai oleh baterai lithium iron phosphate, yang lebih aman dan tidak bising saat digunakan.

Senior Technical Advisor DHL Express Indonesia, Ahmad Mohamad mengatakan, pihaknya berharap dapat menjalankan peran dan berkontribusi secara berarti untuk tujuan bersama dalam membatasi pemanasan global hingga dua derajat Celcius.

"Sebagai perusahaan logistik terkemuka di dunia, kami juga ingin memimpin dan memberi contoh dengan menjadikan logistik kami ramah lingkungan. Kendaraan listrik DHL Express memperkuat komitmen kami terhadap tujuan tanpa emisi serta untuk mencapai operasi yang lebih berkelanjutan. Kami akan terus memperluas armada listrik kami ke kota-kota lain, dan berinvestasi dalam solusi rendah karbon lainnya, seperti truk listrik dan panel surya pada fasilitas kami di seluruh Indonesia," kata Ahmad dari berita tertulis diterima Merdeka Bandung.

Pada tahun 2021, DHL Express Indonesia memperkenalkan inisiatif hijau dengan penambahan enam sepeda motor listrik untuk memperkuat armadanya di Jakarta dan Surabaya. Sepeda motor listrik ini akan membantu kurir menjadi lebih efisien dalam penjemputan dan pengantaran kiriman, karena kelincahan kendaraan menghindari masalah seputar kemacetan lalu lintas sekaligus mengurangi emisi karbon.

Menurut laporan transparansi iklim tahun 2020, sektor transportasi menyumbang hampir 27 persen dari total emisi karbon di Indonesia. Mengingat logistik sebagai tulang punggung perekonomian, sektor ini memiliki tanggung jawab dan peran dalam mengurangi jejak karbon.

Credits

Bagikan