BPF Bandung Targetkan Jadi Cabang Terbaik 5 Tahun ke Depan

Ida Widaeni
Bandung.merdeka.com - Dalam kurun waktu lima tahun ke depan, PT. Bestprofit Futures Bandung (BPF) memasang target untuk menjadi kantor cabang terbaik dari sisi pertumbuhan nasabah baru dan volume transaksi dengan pertumbuhan di atas 70 persen.
"Ini menjadi target kami dalam kurun waktu lima tahun ke depan," kata Pimpinan Cabang BPF Bandung, Ida Widaeni kepada Merdeka Bandung.
Target tersebut optimis bisa diraih lantaran pada tahun ini saja, sepanjang Januari hingga September 2019, BPF Bandung telah mengantongi pertumbuhan jumlah nasabah baru sebesar 75.86 persen, menjadi 102 nasabah dibandingkan hingga akhir September 2018 sebesar 58 nasabah baru.
Atas pencapaian ini, BPF Bandung menjadi jawara untuk cabang BPF di luar Jakarta dari sisi peningkatan jumlah nasabah baru. Untuk nasabah, lanjut dia BPF Bandung masih didominasi dari segmen profesional dan pengusahaan
"Target wilayah prospek kami hampir mencakup seluruh wilayah Iawa Barat mesld kantor operasional ada di Bandung. Kami fokus pada kantong-kantong wilayah potensial, seperti Cirebon, Garut, Bogor, dan Sukabumi," terang dia.
Ida menjelaskan, ada pula serangkaian strategi yang telah disusun untuk mencapai target-target yang telah ditentunya. Di antaranya adalah menjaga kualitas nasabah baik dari sisi profll maupun pelayanan cabang.
Nasabah yang dibidik adalah mereka yang memiliki kemampuan finansial cukup mapan dan memahami benar investasi di perdagangan berjangka.
"Dengan fokus pada kualitas prom dan pelayanan, kami berharap tingkat kepuasan nasabah BPF Bandung mencapai 80 persen lebih dan mereka bisa menjadi duta BPF untuk merekomendasikan kami kepada calon nasabah lain," kata Ida.
Total volume transaksi BPF Bandung hingga kuartal III tahun ini mencapai 33.237 lot atau 34,38 persen dibandingkan tahun lalu pada posisi yang sama sebesar 24.734 lot.
Produk bilateral atau Sistem Perdagangan Alternatif memberikan kontribusi terbesar dengan porsi 28.953 lot dibandingkan total volume transaksi produk multilateral atau komoditi sebsar 4.284 lot.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak