Cukai Hasil Tembakau Sumbang Pemasukan Rp 25,36 Triliun di Jawa Barat

Kepala Kanwil Bea Cukai Jawa Barat Saipullah Nasution
Bandung.merdeka.com - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Jawa Barat mendapatkan total penerimaan tahun 2018 sebesar Rp 27,767 triliun. Jumlah ini terdiri dari penerimaan bea masuk sebesar Rp 988 miliar dan penerimaan cukai, sebesar Rp 26,76 triliun.
Kepala Kanwil Bea Cukai Jawa Barat Saipullah Nasution mengatakan, capaian total penerimaan tahun 2018 melebihi target yakni 27,221 triliun.
"Target penerimaan dari bea masuk dan cukai sebesar Rp 27,221 triliun berhasil dicapai sebesar Rp 27,767 triliun atau 101,93 persen. Ini untuk penerimaan negara sampai akhir tahun, per 31 Desember," ujar Saipullah kepada wartawan dalam acara konferensi pers di Gedung Keuangan Negara, Jalan Asia Afrika, Rabu (16/1).
Dia menuturkan, untuk penerimaan cukai sebesar Rp 26,76 triliun ini terdiri dari beberapa variabel seperti cukai hasil tembakau (HT),cukai Etil Alkohol (EA) dan cukai plastik. Cukai hasil tembakau menyumbang pemasukan tertinggi yakni sebesar Rp 25,36 triliun. Kemudian cukai minuman mengandung etil alkohol (MMEA) Rp 850 miliar, cukai plastik Rp 70 miliar serta cukai Etil Alkohol (EA) Rp 30 miliar. Sementara untuk penerimaan bea masuk yakni sebesar Rp 988 miliar.
"Untuk penerimaan bea masuk ini juga melampaui target yakni Rp 901 miliar," kata dia.
Saipullah mengungkapkan, hal ini dapat dicapai berkat intensifnya pelayanan pemungutan penerimaan dan pengawasan. Selain itu pihaknya juga melakukan kerjasama dengan direktorat jenderal pajak yang ada di Jawa Barat untuk meningkatkan penerimaan negara.
"Realisasi join program ini kami menargetkan Rp 500 miliar. Tapi realisasi kita dapat Rp 535 miliar," ucapnya.
Saipullah menyebut, Bea Cukai Jawa Barat juga gencar melakukan pengawasan. Pihaknya melakukan audit terhadap perusahaan ekspor impor di Jawa Barat. Sedikitnya ada 36 kali audit selama 2018 dan berhasil mengumpulkan Rp 70 miliar. Selain itu juga, pihaknya melakukan pengawasan fisik terhadap importasi barang kiriman.
"Pengawan fisik bidang penindakan dan penyidikan melakukan penindakan 2268 kali. Ini adalah rekor terbesar di Jawa Barat dibanding tahun-tahun sebelumnya," ujarnya.
Menurutnya, jumlah kasus barang impor ilegal ini meningkat dua kali lipat dari tahun 2017. Barang-barang yang masuk tidak berizin atau dilarang dan tanpa bea masuk. Dia menyebutkan barang-barang impor ilegal itu kebanyakan berupa obat-obatan, kosmetik, hingga sex toys yang dikirim dari luar negeri. Karena tidak berizin, barang-barang tersebut pun disita Bea Cukai Jawa Barat.
"Maraknya barang impor ilegal ini disebabkan karena ketidaktahuan masyarakat akan mekanisme barang yang masuk ke Indonesia. Kebanyakan para TKI yang mengirimkan tidak paham bahwa barang-barang tersebut memerlukan perizinan," ungkapnya.
Untuk pengawasan, Saipullah mengaku telah mengembangkan inovasi sistem pengawasan secara online. Melalui teknologi Smart Building Management System, layanan bea cukai bisa diakses dengan mudah melalui internet seperti dari bea masuk, pajak impor dan ekspor, serta pelacakan barang kiriman.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak