Mencicip ragam kuliner khas negeri tirai bambu di Blockchain Cafe

kuliner khas negeri tirai bambu
Bandung.merdeka.com - Kelezatan kuliner khas Negeri Tirai Bambu memang sudah tak bisa dielakkan lagi. Beragam menu seperti Ayam Kungpao, Nasi Goreng, hingga Dimsum menjadi makanan dari cukup mudah ditemui di Tanah Air khususnya di kota-kota besar. Banyaknya penggemar makanan chinese ini membuat Blockchain Cafe berupaya menghadirkan kuliner berbeda dari kafe pada umumnya.
Bila kebanyakan kafe justru mengusung menu ala Barat, kafe yang dulunya bernama Theater Cafe ini justru menghadirkan beragam menu makanan khas Chinese dengan konsep kafe yang nyaman bak di rumah sendiri. Mengubah nama sejak dua minggu lalu, Blockchain Cafe ini berupaya menghadirkan konsep berbeda dari nama sebelumnya.
"Awalnya kami mengusung konsep family resto tapi ternyata lebih banyak orang kantoran yang datang ke sini jadinya kita berupaya mensupport ini. Kami sediakan meeting room dengan kapasitas besar, dan free fasilitas lainnya seperti in focus ataupun sound system," ujar Direktur Operasional Blackchain Cafe, Gemilang Java Kulit Arlangga kepada Merdeka Bandung, Selasa (16/10).
Untuk menu, beberapa menu yang ditawarkan adalah Capcay, Ayam Telor Asin, Ayam Lada Hitam, Bihun Goreng, Mie Tek Tek, Mie Kuah Wonton Special, Kwetiau Siram Sapi, Ifumie, Ayam Goreng Kecap, dan Ayam Goreng Mentega.
Mampu menampung hingga 138 orang, kafe di Jalan Kamuning ini menghadirkan Beef Bistik, dan Nasi Ayam Nanking sebagai menu andalannya. Makan puas dan kenyang ditempat ini dijamin tak akan membuat kantong bolong. Soalnya, harga yang dibanderol begitu terjangkau mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 50 ribu saja untuk setiap porsinya.
Buka mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB, rencananya mulai bulan depan Blackchain Cafe akan buka mulai pukul 07.00 WIB. Kafe ini akan menyuguhkan menu sarapan yang bisa dinikmati setiap harinya.
"Sebenarnya dulu kita buka jam 07.00 WIB lalu kita rubah dengan buka mulai 10.00 WIB. Ternyata banyak yang nanyain buat kita buka lagi pagi, makanya mulai bulan depan kami akan kembali buka mulai pukul 07.00 WIB dengan jam tutup sama seperti sekarang," jelas dia.
Selain menyuguhkan makanan lezat, kafe ini juga kerap mengadakan even baik dari workshop sampai barbecue party. Tempat yang nyaman untuk bersantai dan bekerjapun kerap dijadikan alasan konsumen untuk terus berdatangan.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak