ITB bangun gedung pusat pengembangan kewirausahaan


Bandung.merdeka.com - Institut Teknologi Bandung (ITB) secara resmi meletakkan batu pertama pembangunan gedung Science and Techno Park Astra Sinar Mas, Selasa (24/4). Ini merupakan gedung pusat pengembangan kewirausahaan.
Rupanya, ITB semakin konsen mengukuhkan diri sebagai pusat pengembangan kewirausahaan. Dalam hal ini, pihak kampus di Jalan Ganesa itu menggandeng pihak swasta sebagai bentuk keseriusannya.
Managing Director Sinar Mas, Saleh Husin mengatakan, perkembangan teknologi membuat sejumlah keahlian dan juga jenis bisnis tertentu tak lagi dibutuhkan. Namun secara bersamaan hadir peluang seiring munculnya beragam keahlian serta bentuk bisnis baru.
"Guna membawa manfaaat bagi kesejahteraan bangsa, dibutuhkan penyikapan bersama dari seluruh sektor. Kemitraan kami dengan ITB melatarbelakangi hal ini," ujar Saleh kepada Merdeka Bandung saat ditemui di kampus ITB, Jalan Ganesa, Selasa (24/4).
Menggandeng Astra International dan Sinar Mas dalam sebuah konsorsium, ITB akan memiliki sebuah bangunan empat lantai seluas lebih dari 3.000 meter persegi guna mempertemukan para peneliti, mahasiswa dan pelaku usaha dalam aktivitas pendidikan, penelitian dan pengembangan, termasuk diantaranya selaku inkubator bagi bisnis rintisan.
Sejalan dengan transformasi ITB menjadi entrepreneurial university. Berkonsep green building yang ramah energi, di sana akan tersedia ruang serba guna, ruang kantor koperasi, co-working space, hingga private space, yang seluruhnya direncanakan beroperasi pada pertengahan tahun depan.
Melalui salah satu pilar bisnisnya, PT Berau Coal Energy Tbk, kerja sama ini menjadi rangkaian dari sejumlah komitmen Sinar Mas dalam pengembangan bidang pendidikan tinggi, riset dan penelitian. "Kami berharap fasilitas ini mendorong munculnya beraneka inovasi berbasis teknologi, sekaligus menjadi jawaban atas upaya Pemerintah mendorong peran swasta lebih dalam pada bidang riset," tuturnya.
Sebelumnya, bersama ITB dan Pemerintah Kabupaten Bekasi, Sinar Mas pada 27 Januari 2010 mendirikan Institut Teknologi dan Sains Bandung di Delta Mas Bekasi.
Ini merupakan sebuah Eco-Industry Oriented University guna menyediakan pendidikan tinggi yang berorientasi pada industri, sekaligus berwawasan lingkungan. Dari sana diharapkan datang para inovator yang tak hanya berwawasan iptek, tapi lingkungan atau eco-techno engineer.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak