Puluhan records store hadir untuk ramaikan pasar koleksi di Bandung

user
Endang Saputra 06 April 2018, 18:11 WIB
untitled

Bandung.merdeka.com - Prabuwangi Park Arcamanik Bandung disulap menjadi pasar rilisan fisik, yang akan memanjakan para kolektor rilisan musik dengan menghadirkan puluhan records store seIndonesia.

Pasar Koleksi Bandung atau disingkat Paskoleb akan memanjakan para pengunjung untuk jual beli hingga tukar tambah rilisan, mulai dari CD, Kaset Pita, Vinyl, dan Merchandise lainnya.

Acara ini merupakan salah satu jenis pasar yang sengaja diciptakan untuk memenuhi kebutuhan para kolektor rilisan fisik yang semakin hari semakin banyak yang membutuhkan.

Selain sebagai tempat bertemunya para kolektor musik, paskoleb juga menawarkan wadah buat para penjual jasa gambar yang jadi bagian dalam event ini juga.

Dinan Art sebagai pendiri Illuminator School (komunitas pembuat ilustrasi band metal), orang yang ada dibalik lahirnya acara ini mengungkapkan bahwa acara ini tidak sekedar sebagai tempat ajang silaturahmi antara para kolektor rilisan dengan para penjual.

"Acara ini diharapkan bisa jadi ajang edukasi untuk mereka yang baru mengenal industri musik. Harapan terbesar dari terselenggaranya acara ini adalah tumbuhnya rasa peduli terhadap karya anak bangsa, sehingga musisinya bisa sejahtera dan senimannya semakin mantap melangkah dalam berkarya," ujar Dinan dari siaran pers yang diterima Merdeka Bandung, Jumat (6/4).

Dinan Art yang juga penyelenggara Festival Kaset Bandung ini juga bermimpi bahwa paskoleb bisa jadi event tahunan yang besar. Di mana semua kolektor dan penjual rilisan se Indonesia bisa berjumpa dalam satu wadah yang sama.

"Paskoleb terdiri dari puluhan pelapak Kaset, CD, DVD, vinyl, tshirt, radio tape deck, turntable, patches, poster, ring, kontes artwork, workshop digital painting di booth Dodokom Onlinestore, workshop karikatur bersama Art men caricature, Live sablon bersama Shaomy, Badtonegraph41, bedah koleksi bersama Ebenbkhc, open deck yang diadakan oleh Substore Bandung, hearing session bersama Erwin Moron Pride Movements, launching kompilasi Ujungberung Brutal Corpse bersama Wisnu Crimonic Slaughter," jelasnya.

Selain sebagai pasar yang mempertemukan pembeli dan penjual jasa acara ini juga dijadikan sebagai ajang jumpa kangen komunitas Battlevestassault yang merayakan Hut anniversary ke-5 BVA.

Sambil memilah-milih rilisan fisik favorit, para pengunjung juga disuguhkan beberapa live musik dari band-band lokal Bandung, juga open deck dari para selector music di booth Substore Bandung.

Kredit

Bagikan