Potensi pariwisata Bandung Selatan perlu dikembangkan dengan serius

user
Mohammad Taufik 01 November 2017, 11:39 WIB
untitled

Bandung.merdeka.com - Bandung Selatan dikenal memiliki potensi wisata yang sangat kaya. Terutama soal wisata alam. Keindahan alam diwilayah Bandung Selatan memang menjadi daya pikat para wisatawan untuk melancong ke kawasan tersebut.

Meski sudah cukup banyak lokasi wisata yang bisa dikunjungi di Bandung Selatan, hingga saat ini potensi pariwisata lainnya masih bisa dikembangkan. Sayangnya, beberapa pihak menilai bahwa pemerintah kurang serius dalam menggarap potensi wisata di Bandung Selatan.

Seperti dipaparkan oleh Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Jawa Barat, Cecep Rukmana. Kata dia, pemerintah setempat dinilai belum siap untuk mengembangkan pariwisata di kawasan tersebut. Padahal, ini bisa menjadi keuntungan bagi pemerintah wilayah kabupaten.

"Pemerintah kabupaten harus siap. Kalau saya lihat sampai sekarang masih belum siap," ujar Cecep saat ditemui dalam acara Focus Group Discussion Jurnalis Ekonomi Bandung 'Potensi & Prospek Pertumbuhan Ekonomi di Bandung Selatan' di The Summit Siliwangi, Selasa (31/10).

Seharusnya, lanjut dia, pemerintah setempat memiliki perencanaan jangka panjang. Masa kepemimpinan kepala daerah yang hanya berbatas lima tahun dinilai menjadi kendala. Hal tersebut membuat pemerintah tak mencanangkan rencana jangka panjang.

"Harusnya seperti Bugis Street, dan Little India di Singapura. Waktu 20 tahun lalu saya ikut seminar soal itu dan dipikir ini apa ya. Sekarang sudah menjadi objek wisata menarik. Jadi jangkauannya di atas 10 taun objek wisata itu establish. Makanya harus berpikir panjang," katanya.

Sementara itu, Ekonom ITB, Budi Anggoto menuturkan bahwa dari hasil hitung-hitungan ekonomi di empat kecamatan yang ada di Bandung Selatan seperti Pasir Jambu, Kertasari, dan Rancabali, potensi ekonomi dari daerah-daerah ini adalah argo.

"Banyaknya perkebunan serta keragaman adat istiadat masyarakat dapat dikembangkan menjadi kawasan agricultur," kata Budi.

Industri di Bandung Selatan harus dibatasi

Dalam FGD itu juga dibahas soal pemerataan wilayah industri di Jawa Barat. Selama ini wilayah industri hanya terpusat di beberapa daerah saja seperti di Karawang. Meski begitu, ada satu daerah yang harus dibatasi pembangunannya jika ingin dikembangkan menjadi wilayah industri, yakni Bandung Selatan.

Dikenal sebagai salah satu surganya pariwisata Kota Kembang, Bandung Selatan memiliki potensi yang besar untuk menyedot animo masyarakat khususnya wisatawan untuk melancong ke sana.

"Kalaupun dibangun industri harus dipetakan atau ada pembatasan kawasan seperti cluster agar tidak mengganggu ekosistem lain di kawasan tersebut," ujar Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat, Agung Suryamal Sutisno.

Selama ini, lanjutnya, persoalan yang kerap dihadapi oleh industri adalah persoalan lingkungan. Dikhawatirkan dengan adanya pembangunan wilayah industri di kawasan Bandung Selatan akan mengganggu pertanian atau perkebunan.

"Memang harapannya industri bisa merata di setiap wilayah, namun harus dibatasi disesuaikan dengan kondisi kawasan tersebut," katanya.

Lebih lanjut Agung menjelaskan bahwa Bandung Selatan mempunyai prospek dan potensi ekonomi yang besar untuk dikembangkan. Namun wilayah ini belum tergali secara maksimal.

Salah satu prospek yang bagus adalah agroindustri dan pariwisata. Meski begitu, pengembangan wilayah ini harus diatur dan diawasi karena dengan potensi di dua sektor tersebut bisa saja memberikan dampak lingkungan yang dapat merusak alam.

"Selama ini Bandung Selatan sudah dikenal sebagai penghasil agro yang memasok produk ke pasar di Bandung, salah satunya Pasar Caringin. Namun sebetulnya potensi agro ini bisa dikembangkan bahkan dipadukan dengan pariwisata," kata Agung menegaskan.

Kredit

Bagikan