Warga pendatang di Bandung didata sebagai penduduk sementara


Bandung.merdeka.com - Ratusan pendatang dari luar Kota Bandung terjaring operasi simpatik kependudukan yang digelar oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil ( Disdukcapil) Kota Bandung di Terminal Cicaheum, Selasa (4/7). Para pendatang yang terkena operasi, didata dan diimbau untuk segera melapor ke RT/RW agar tercatat sebagai penduduk sementara di Kota Bandung.
Operasi yustisi dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Penumpang yang baru tiba di terminal dibawa ke meja pengawasan untuk dilakukan pendataan.
Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk, Siti Wahyuni mengatakan operasi simpatik yang dilakukan oleh Disdukcapil ini untuk mendata pendatang datang ke Kota Bandung usai libur lebaran. "Ini rutinitas agenda tahunan untuk meminimalisasi warga pendatang yang tidak memiliki identitas jelas," ujar Siti kepada wartawan di Terminal Cicaheum.
Dari operasi tersebut, sebanyak 107 orang pendatang yang terdata. Mereka berasal dari wilayah priangan timur seperti Garut, Tasikmalaya, Sumedang. Sebagian besar warga ada yang tidak membawa identitas.
"Kami tidak beri sanksi hanya kami arahkan dan imbau mereka yang tidak membawa atau tidak memiliki KTP agar memiliki dan terus dibawa-bawa identitasnya," katanya.
Sementara itu, Kepala Disdukcapil Kota Bandung, Popong W Nuraeni mengatakan, bahwa pendatang yang datang ke Kota Bandung setidaknya harus memiliki tujuan dan keahlian. Berdasarkan catatan tahun lalu sedikitnya ada 270 ribu penduduk non permanen tinggal di Bandung.
"Pendatang yang datang ke Bandung sebagian besar mereka untuk berdagang dan sekolah," katanya.
Popong mencatat ada enam kecamatan di Bandung yang warganya rawan tidak melapor. Enam kecamatan tersebut yakni Kiaracondong, Coblong, Cibeunying Kidul, Babakan Ciparay, Sukasari, dan Bandung Kulon. Di wilayah ini kata Popong menjadi tempat tinggal sebagian besar pendatang.
Untuk memaksimalkan pendataan para pendatang, pihaknya sedang merencanakan pendataan berbasis online. Nantinya untuk membuat Surat Keterangan Tinggal Sementara (SKTS) dapat dibuat secara online.
"Orang itu HP pasti punya. Kami sudah sosialisasi RT juga. Insya Allah kami akan launching bulan ini SKTS online," ujarnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak