100 Ribu UMKM di 30 kota telah dionlinekan


Bandung.merdeka.com - Kementerian Koperasi Usaha Kecil Menengah (KUKM) bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta pemerintah daerah mencanangkan gerakan mengonlinekan 100.000 UMKM secara serentak di 30 Kota, Jumat (31/3). Kegiatan ini dilakukan dalam rangka Hari UMKM Nasional yang jatuh setiap 31 Maret.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM Kota Bandung Priana Wirasaputra mengatakan ada sekitar 300 UMKM di Kota Bandung yang turut serta dalam gerakan tersebut. Dia menyebut ada beragam jenis UMKM turut serta, mulai dari produk hasil kerajinan tangan, feysen, kuliner.
"Jumlah UMKM yang turut serta dalam program ini ada 300-an. Program ini akan berlangsung selama tiga hari, jadi akan terus ada pendaftaran. Ada beragam jenis UMKM yang berpartisipasi mulai dari ada craft, fashion, kuliner dan jasa," ujar Priana kepada Merdeka Bandung saat ditemui di sela acara yang digelar di Pasar Sentra Ciroyom Baru, Jumat (31/3).
Priana menyebut di Kota Bandung sendiri ada 300 ribu UMKM. Dengan adanya program ini diharapkan dapat memudahkan para pelaku UMKM dalam aspek pemasaran. Sehingga usaha para pelaku UMKM dapat lebih berkembang.
"Harapannya apapun usaha yang dilakukan oleh masyarakat omzetnya dia meningkat, usahanya berkembang kan begitu. Ini kan fasilitas alat promosi diharapkan melalui kegiatan ini hari UMKM online nasional ini kemudian ada perkembangan usaha masyatakat itu sendiri," ungkapnya.
Di tempat yang sama Kepala Dinas KUMKM Jawa Barat Dudi Sudrajat Abdurachim mengatakan ada sebanyak 1.000 UMKM asal Jawa Barat berkesempatan mendapatkan fasilitas online dari pemerintah pusat. Kegiatan ini digelar selama tiga hari, di mana dalam setiap harinya ada 300an UMKM yang boleh mendaftar untuk dionlinekan.
Dudi mengatakan, pelaku UMKM yang akan mendaftar diharuskan melakukan registrasi terlebih dahulu untuk diperiksa kelengkapan data dan persyaratannya sebelum diproses menjadi UMKM online. UMKM yang telah mendaftar nantinya akan mendapatkan domain (id) dan hosting gratis dari Kemkominfo.
"Nantinya UMKM juga dapat memasarkan produknya yang telah dionlinekan di market place terkemuka. Seperti Tokopedia, Bukalapak, Blibli, atau Elevenia. Pemprov Jabar juga punya Beliaja.id. Di beliaja.id kita masukin juga," katanya.
Dudi menuturkan program pemerintah pusat ini sejalan dengan pembentukan wirausaha baru yang terus dikembangkan Jawa Barat. Dengan media online, diharapkan dapat mengejar ketertinggalan Jawa Barat untuk mengkomersilkan UMKM-nya secara digital.
Acara pencanangan gerakan mengonlinekan 100.000 UMKM ini diresmikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Hadir pula dalam acara tersebut Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, Daya Saing Koperasi dan UKM Kemenko Ekonomi M. Rudy Salahudin.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak