Aplikasikan materi dalam kelas, USB YPKP bisnis di kafetaria


Bandung.merdeka.com - Belajar tak hanya di ruang kelas, begitulah yang coba dilakukan oleh Universitas Sangga Buana (USB) YPKP. Kampus swasta di Jalan PHH. Mustopa ini berupaya mengaplikasikan materi bisnis yang diberikan di dalam kelas dalam dunia nyata. Dalam hal ini, aplikasikan dilakukan lewat kafetaria.
Melakukan peresmian kafetaria di dalam kampus, USB YPKP mengajak mahasiswa untuk ikut andil dalam inkubator bisnis yang tengah dibangun oleh pihak kampus.
Rektor USB YPKP, Asep Effendi mengatakan, kafetaria yang diresmikan ini merupakan bentuk nyata dari inkubator bisnis yang dibentuk oleh Direktorat Entrepreneur Bisnis. Tujuannya agar mahasiswa berperan aktif untuk terjun dalam dunia bisnis.
"Ada 15 counter yang kami miliki di kafetaria ini, penyewanya mayoritas adalah mahasiswa. Tujuannya memang kami mengajak mahasiswa untuk berperan aktif dalam dunia bisnis sejak dini," ujar Asep kepada Merdeka Bandung saat ditemui dalam acara peresmian kafetaria USB YPKP, Rabu (1/3).
Asep menjabarkan, animo mahasiswa untuk ikut andil dalam bisnis kafetaria di dalam kampus ini terbilang tinggi. Hal tersebut nampak dari banyaknya peminat untuk ikut bergabung dalam bisnis ini, namun pihak kampus masih belum bisa menampung secara keseluruhan.
"Yang berminat ada 40 orang tapi karena keterbatasan tempat jadi kami baru bisa menampung sebanyak 15 counter binaan saja. Ya mungkin ke depan jika memang minatnya tinggi, kami akan kembangkan lagi," jelasnya.
Terlepas dari kafetaria yang baru diresmikan, Asep mengaku diinkubator bisnis ini pihaknya sudah memiliki sekitar 100 tenant binaan. Ini melengkapi spirit entrepeneur yang terus digelorakan dalam kurikulum akademik.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak